breaking news New

1000 Anakan Cengkeh Ditanam Uskup Hubert di Lungar Satar Mese

Ruteng, kabarnusantara.net – Pada Hari Tanam Pohon Sedunia (21 November) Keuskupan Ruteng menanam pohon cengkeh pada lokasi 6 ha dan tanah masyarakat Paka pada 25 Nopember 2016. 

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi sinode III Keuskupan Ruteng untuk merevitalisasi lahan tidur tanah Gereja dan tanah masyarakat. Sekian tahun-tanah ini tidak digunakan, dan komisi PSE selaku penanggung jawab menggerakkan potensi-potensi yang ada untuk dikembangkan.

“Tanam pohon adalah merupakan salah satu cara menyimpan uang, dan tanah ini semacam bank yang akan bungakan uang kita. Hari ini kita simpan dalam arti tanam pohon, satu pohon dengan nilai Rp5000, dan lima atau enam tahun ke depan, lima ribu akan berubah menjadi berjuta-juta”, demikian kata Uskup Ruteng dalam homilia ibadat ekologis sebelum tanam cengkeh.

Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa manusia dan pohon (tumbuhan, red) tidak bisa dipisahkan.

“Makanan kita berasal dari pohon-pohon. Demikian pun kebutuhan lain dalam hidup ini selalu butuh pohon. Karena itu, orang yang menanam pohon dan memiliki pohon tidak akan rugi tetapi selalu beruntung dan dicari di mana-mana,”lanjutnya lagi.

“Tanam pohon membutuhkan tanah. Dan tanah itu sendiri selalu dibutuhkan oleh manusia. Dan dalam arti yang penuh iman, tanah seperti yang disampaikan oleh santo Fransiskus merupakan saudara kita”, demikian penegasan Uskup Ruteng.

Pastor paroki Ponggeok, Rm Leksi Hiro merasa bersyukur atas terpilihnya stasi Lungar sebagai tempat penanaman pohon. Dia menghimbau umat agar moment ini digunakan sebagai kebangkitan untuk mengoptimalkan semua lahan tidur di kebun.

“Tanamlah cengkeh yang ada dan tambahkanlah tanamannya. Yang dibagi ini merupakan stimulus, ransangan untuk maju lebih baik,” ungkapnya.

Menurut laporan Ketua PSE, Rm. Beny Jaya, dalam kegiatan Lungar uskup menyerahkan secara simbolis kepada anak-anak koker cengkeh agar anak-anak menanamnya di kebun masing masing.

Penyerahan ini dimaksudkan agar anak akrab dengan pohon dan mencintai pohon. Seluruh anak sekolah pada tahap pertama mendapat cengkeh yang telah dikoker. Tahap kedua, bekerja sama dengan sekolah, yaitu anak-anak dibawah bimbingan guru mengisi tanah dalam polibag dan dilatih utk buat pupuk organik oleh tiem PSE.

Selama 9 bulan, anak-anak menyiram cengkeh dan pada bulan desember tahun depan anak anak akan mendapat bibit cengkeh dan ditanam di kebun masing masing.

Selain anak sekolah, Uskup juga menyerahkan bibit cengkeh kepada tua gendang. Diharapkan agar para tua gendang menjadi sponsor untuk menanam pohon dan menggerakan warganya untuk menanam pohon. Menurut ketua PSE gendang perlu didorong perannya untuk menjadi tulang punggung menggerakan warga dalam membangun kampung. (Alfan Manah/Hip/KbN)

144 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password