breaking news New

Montfort’s Brothers Bidik Masalah Sosial Mahasiswa di Malang

Malang, kabarnusantara.net – Montfort’s Brothers (MB) merupakan sebuah Kelompok yang didirikan oleh Mahasiswa STF Widya Sasana, Malang. Kelompok ini awalnya adalah kelompok perkuliahan Filsafat Sosial. Kelompok ini memiliki keprihatinan khusus terhadap persoalan sosial (masalah sosial). Salah satu persoalan utamanya waktu itu adalah pendampingan mahasiswa Manggarai di Malang. Di Malang, jumlah mahasiswa NTT melejit begitu tinggi. Dari hasil sidang Keuskupan terakhir, bahwa jumlah mahasiswa Katolik hampir diperkirakan 5.000 orang.
MB menanggapi persoalan ini bukan dengan bertanya, tetapi dengan menjawab. Menjawab dengan melihat apa persoalan utama mahasiswa Manggarai di Malang.

Mahasiswa Manggarai dalam tanda kutip “Mayoritas Katolik” menjadikan Malang sebagai wadah atau medan mencari pengetahuan. Ini merupakan suatu kekayaan tersendiri. Di balik kekayaan tersebut terdapat juga kemiskinan, yaitu rendahnya cita rasa religius mahasiwa. Banyak yang mengaku katolik, tetapi jarang pergi misa. Banyak yang mengaku katolik, tetapi saling membunuh (Bandingkan peristiwa pembunuhan kemarin). Banyak yang mengaku katolik, tetapi jarang berdoa rosario. Atau memakai Rosario, tetapi hanya sebagai tanda dan perhiasan di tubuh, tak bedanya dengan memakai kalung biasa.

Selain itu, banyak keprihatinan bahwa, tidak sedikit yang hidup berkeluarga sebelum menikah secara resmi. Adalah bentuk keprihatinan sosial. Kebanyakan mahasiswa tidak memiliki buku di kos mereka. Pertanyaan fundamental, dari manakah mereka memperoleh pengetahuan?

Berhadapan dengan realitas tersebut, MB mencoba melihat hal-hal positif, selain stigma negatif yang dialamatkan kepada anak Manggarai. Salah satu hal positif yaitu Komunitas Ngopi yang membangkitkan kembali harapan. Menyalakan kembali lilin kepercayaan yang sempat mau padam. Lilin kepercayaan ini merupakan lilin yang perlu dihidupkan terus.

Kami pun melihat bahwa, apa yang lebih dalam komunitas ini? Karena anggotanya adalah anak-anak Manggarai. Stigma negatif yang dialamatkan sebelumnya bisa dilihat lagi. Sesungguhnya, di dalam diri setiap orang memiliki kerinduan untuk berbuat baik. Maka, dua rekomendasi kami kepada keuskupan dan Pemerintah.

Dalam bidikan MB hal-hal yang perlu dilihat. Pertama, pendampingan dari pihak keuskupan Ruteng. Keuskupan Ruteng harus memberi SK khusus bagi satu atau dua imam untuk mendampingi mahasiswa di Malang. Ini urgen. Mereka-mereka ini nantinya adalah calon pemimpin di Manggarai. Bagaimana mereka menjadi pemimpin, kalau tidak dituntun mimpi-mimpi yang mereka impikan? Atau Bapak Uskup bisa berbicara dengan Uskup Malang agar memberikan perhatian khusus kepada anak Manggarai. Atau pihak keuskupan memberikan mandat kepada satu atau dua imam dari Manggarai yang ada di Malang.

Kedua, Perhatian dari Pihak Pemerintah. Montfort’s Brothers kebanyakan mendampingi para legioner di Malang. Salah satu legioner kelompok Bintang Timur adalah semuanya mahasiswa. Di sana, ada mahasiswa Kalimantan. MB melihat bahwa, mahasiswa Kalimantan kebanyakan aktif dalam kegiatan rohani dan kampus Kira-kira apa faktor utamnya? Dari bidikan MB mereka diperhatikan khusus oleh pemerintah daerah, misalnya mendirikan asrama daerah. Sehingga, mahasiswa pun dapat terorganisasi dan dapati dijangkau dengan baik.

MONTFORT’S BROTHERS (MB)

Pendamping Utama

RM. PIUS PANDOR, CP (Dosen Filsafat di STF Widya Sasana, Malang)

Pengurus

Eugen Sardono, SMM, Arran Ranja, SMM, Arby Rivaldy, SMM, Greg Kurniaawan, SMM dan Ferland Fura, SMM

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password