breaking news New

Puisi: Dunia Lain

Mengapakah langit tak mendengar…?

Mengapakah gunung-gunung hanya menonton saja

Atau mengapakah tanah membisu saja, tanpa sedikit pun berucap kata?

Dan bahkan Samudera raya tak menghempaskan gelora adanya….

Ada apakah semua ini, semua pada membisu, takutkah…

Apa yang menakutimu, adakah itu hantu atau setan buruk rupa pembawa mala petaka?

 

Sungguh anjing-anjing kehidupan menyalak tak bermakna,

Membungkam kekosongan, adakah dunia lain selain ini…?

Tak sedikit pun mau bersaksi. Orang-orang jahat meriap bagaikan rumput

Dan bahkan berkembang pesat menjalar ke akar-akar pohon jati,

Tak ada yang mau menebasnya. Semua membisu kaku bagai maya tanpa jiwa. Betulkah?

 

Teriakan kaum papa meraja lela, baik papa pengetahuan mau pun papa sesuap nasi

Sang raja kebingungan, nasib apa menimpa Negeri, anak-anak pada berontak

Minta ini minta itu dan bahkan mau membunuhnya…

Gumamnya dalam hati “Mau apakah mereka ini”, akankah kuakhiri semua ini…?

Tidak! Sama sekali tidak, untuk itulah aku bekerja, mereka demikian karena lapar. Aku harus memberinya makan, walau hanya sebutir kata bijak atau tindakan bijak, nasi ini belum basi

Alam ini belum habis, aku harus mengolahnya sampai hari-hariku berlalu.

Untukmu anakku…ada Dunia lain selain ini…

Oleh: Fr. Dominikus Siong, SMM

Mahasiswa STF Widya Sasana-Malang

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password