breaking news New

Enam Lagu Lawas Indonesia yang Populer di Uni Soviet

Kabarnusantara.net – Nah, teman- teman kabarnusantara.net di trit kali ini kami mau berbagi pengetahuan kepada teman- teman semua.
Teman – teman tentu tahu kan Uni Soviet? Ya negara yang dulu terpecah dan sekarang menjadi Rusia dan beberapa negara lainnya..

Dahulu Indonesia dengan Uni Soviet sangat dekat loh teman- teman, bukan hanya dari militer saja

tapi juga kebudayaan pun sangat dekat juga, dan hebatnya beberapa lagu Indonesia pernah di Translate ke Bahasa Rusia.

Bahkan sangat populer di masa itu, kira-kira apa saja ya? Yuk kita simak.

Pesnya Ostrova Palm (Rayuan Pulau Kelapa)

Lagu “Rayuan Pulau Kelapa” ternyata sangat populer di seluruh Uni Soviet pada era 1950 – 1960-an. Lagu ini kerap dianggap sebagai bukti nyata eratnya persahabatan Indonesia dan Uni Soviet pada masa lalu.

Semua ini bermula ketika Presiden RI Sukarno dan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev menjadi sahabat karib pada tahun ‘50-an. Karena persahabatan kedua pemimpin ini, pemerintah Soviet kemudian meminta Pusat Studio Film Dokumenter (TsSDF) untuk membuat dokumenter mengenai Indonesia. Lagu yang dipilih menjadi lagu tema dalam dokumenter yang dirilis pada 1957 ini adalah “Rayuan Pulau Kelapa” karya komponis legendaris Indonesia Ismail Marzuki (1914 – 1958). 

Lagu yang diciptakan tepat setahun sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia ini dialihbahasakan ke bahasa Rusia oleh Vladimir Korchagin yang merupakan seorang editor di TsSDF dan diaransemen oleh komponis Uni Soviet Vitaly Geviksman. 

Lagu “Pesnya Ostrova Palm” dipopulerkan oleh Maya Golovnya, penyanyi ternama Uni Soviet dan Rusia yang pada Juli lalu genap berusia 90 tahun. Versi bahasa Rusia “Rayuan Pulau Kelapa” sama sekali tidak mengubah lirik asli lagu ini yang bercerita tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya.

Platochek (Saputangan)

Tak hanya lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, Maya Golovnya ternyata turut mempopulerkan salah satu lagu Gesang di Negeri Beruang Merah. Lagu “Saputangan” karya maestro keroncong Indonesia ini juga dialih bahasakan ke dalam bahasa Rusia dengan judul “Platochek”. Sama seperti lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, lagu Gesang yang satu ini juga diaransemen oleh Vitaly Geviksman.

Lagu ini bercerita tentang sehelai saputangan yang menjadi satu-satunya barang kenangan milik seseorang yang ditinggalkan kekasihnya. Menurut cerita penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, yang sempat membuat video musik “Saputangan” bersama sang maestro lebih kurang sepuluh tahun lalu, Gesang masih menyimpan saputangan yang menjadi inspirasinya dalam membuat lagu itu. 

“Sepuluh tahun yang lalu, saya mengambil gambar untuk pembuatan video musik dengan Bapak Gesang. Di situ, ada adegan saya berdialog dengan beliau. Beliau memegang saputangan asli yang menjadi inspirasi lagu itu,” tutur Sundari dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Tribunnews.com

Ayo Mama (Ayo Mama)

Siapa yang tak kenal lagu asal Maluku ini? Hampir seluruh anak-anak di Indonesia pernah belajar menyanyikan lagu ini semasa mereka kecil dulu. Namun, siapa sangka bahwa lagu daerah ini ternyata juga punya “kembaran” dalam bahasa Rusia.

Lagu berirama riang yang menceritakan seorang anak yang takut dimarahi ibunya karena ketahuan berpacaran ini dinyanyikan pertama kali dalam bahasa Rusia oleh Yuri Yakushev (1943 – 2011). Ia adalah seorang musikus dan sekaligus pengaransemen terkenal di Uni Soviet dan Rusia. Namun demikian, lagu yang juga berjudul “Ayo Mama” dalam bahasa Rusia ini diaransemen oleh Vitaliy Geviksman. Sementara, lirik lagu diterjemahkan oleh penulis dan penerjemah Yuri Khazanov.

Pada dasarnya, lagu ini dibuat sebagai bujukan agar si anak tidak dimarahi ibunya. Si anak meminta ibunya maklum dengan sikapnya karena ia seorang remaja. Jadi, jika teman- teman tengah belajar bahasa Rusia dan kebetulan menghadapi situasi yang serupa dengan apa yang dihadapi si anak pada lagu “Ayo Mama”, mungkin teman- teman bisa menyanyikan versi bahasa Rusia lagu ini untuk sang ibu. Siapa tahu, ibunya teman- teman justru menjadi terkesan!

Yesli Ty Ulybnyoshsya (Apabila Kau Tersenyum)

Selain “Ayo Mama”, Yuri Yakushev juga menyanyikan satu lagu lain yang diterjemahkan dari lagu berbahasa Indonesia. Dalam versi asli, “Yesli Ty Ulybnyoshsya” berjudul “Apabila Kau Tersenyum”. Lagu ini diciptakan oleh Amin Usman dan dinyanyikan oleh penyanyi Indonesia era ‘50-an, Rien Hardjono.

Selain versi bahasa Indonesia yang dibawakan Rien Hardjono, ada pula versi yang dipopulerkan oleh aktor asal negeri jiran, P. Ramlee, dengan sedikit perbedaan pada lirik lagu.

Namun demikian, dalam arsip lagu-lagu Uni Soviet, “Yesli Ty Ulybnyoshsya” tercatat sebagai lagu yang diterjemahkan dari lagu ciptaan Amin Usman, bukan dari versi yang dipopulerkan P. Ramlee.

Lagu “Yesli Ty Ulybnyoshsya” diaransemen oleh Vitaliy Geviksman. Sementara, lirik lagu diterjemahkan oleh Yuri Khazanov. Di Uni Soviet, lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1961 bersamaan dengan lagu “Ayo Mama”.

Progulka s Otsom (Naik Delman)

Siapa yang tidak pernah mendengar lagu “Naik Delman”? Hampir semua orang Indonesia pasti mengetahui dan bahkan hafal lagu anak-anak ini. Lagu ini mungkin salah satu lagu yang sering didendangkan para orangtua pada anak-anaknya sejak usia mereka masih balita.

Ternyata, lagu “Naik Delman” ciptaan Ibu Sud ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dengan judul “Progulka s Otsom”, yang secara harfiah berarti perjalanan dengan ayah. Versi bahasa Rusia lagu anak-anak ini dinyanyikan oleh penyanyi berdarah Armenia, Rubina Kalantaryan. 

Namun demikian, ada sedikit perbedaan antara lirik lagu asli dan lagu versi bahasa Rusia. Pada versi aslinya, lagu ini mengingatkan anak-anak saat bersenang-senang menaiki delman di pedesaan. Sementara dalam bahasa Rusia, tentu saja, tidak ada transportasi seperti delman di negara itu. Karena itu, alih-alih naik delman, lagu ini bercerita tentang seorang anak yang pergi ke pasar dengan sang ayah untuk pertama kalinya dengan menaiki kereta kuda.

Rastsvyol Mangustan

Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi terkenal Uni Soviet, Maya Kristalinskaya, pada tahun 1959. Dalam bahasa Rusia, mangustan berarti buah manggis.

Sayangnya, tidak ada versi bahasa Indonesia lagu ini. Namun, dalam situs Kristalinskaya, lagu ini memang disebut sebagai lagu rakyat Indonesia.

Nah gimana teman- teman? Jika negara lain suka dengan lagu-lagu Indonesia

bagaimana dengan teman- teman? (RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password