breaking news New

Ibrahim A. Medah: NTT Masih Terkungkung Masalah Kemiskinan, Sektor Pertanian Harus Dimaksimalkan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Kita harus jujur mengakui bahwa Provinsi NTT masih terkungkung masalah kemiskinan. Namun dengan semangat, tekad yang kuat, dan kepercayaan diri yang tinggi, kita mampu keluar dari kemiskinan yang membelenggu NTT.

Persoalan mendasar di NTT itu satu faktor saja yakni belum maksimalnya pembangunan di bidang pertanian. Apalagi lebih dari 80% masyarakat NTT hidup dari sektor pertanian. Dan sektor pertanian memberi kontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto sebesar 45%. Jadi, untuk mengeluarkan masyarakat NTT dari belenggu kemiskinan maka sektor pertanian harus dikelola secara lebih maksimal.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi NTT, Drs. Ibrahim Agustinus, pada pembukaan Musyawarah Daerah IX, DPD II Partai Golongan Karya Kabupaten Manggarai, di Aula Efata Ruteng,  Jumat, 9/12/2016.

Lebih lanjut Medah mengatakan, aspek utama persoalan pertanian adalah masalah air dan pengelolaan lahan pertanian.

“Umumnya di NTT, masalah kurangnya air menjadi kendala. Musim hujan yang sangat pendek dan rata-rata 40 hari dalam setahun. Ditambah minimnya infrastruktur irigasi,” ujarnya.

Menurut Medah, persoalan air ada pada sumber air dan distribusi air.

“Persoalan air dalam hal ini irigasi pertanian harus cepat diselesaikan. Persoalan air itu juga ada pada sumber air dan distribusi air. Golkar NTT berkomitmen bersama rakyat berantas kemiskinan. Karena itu, saya sudah perintahkan Fraksi Partai Golkar NTT dan Fraksi Partai Golkar Kabupaten/Kota di NTT wajib memperjuangkan hal ini,” ujar Medah.

Dikatakannya, kita mau galakan Provinsi Jagung, tetapi tanpa air mustahil. Tanpa air, mustahil juga tercipta Provinsi Ternak.

Demikian juga soal pengelolaan lahan pertanian. Menurut Medah, kepemilikan lahan para petani di NTT rata-rata 0,5 Hektare dengan pengelolaan lahan yang belum maksimal.

“Kami menyadari bahwa pemerintah provinsi dan pemerintah daerah sudah berupaya keras membangun NTT. Namun masih ada tugas yang tersisa dalam pemberantasan kemiskinan,” tutupnya. (Alfan Manah/Hip/KbN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password