breaking news New

Simprosa Gandut Kembali Terpilih Memimpin Partai Golkar Manggarai Periode 2016-2020

RUTENG, Kabarnusantara.net – 
Musyawarah Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) ke IX tingkat Kabupaten Manggarai akhirnya memilih Simprosa Rianasari Gandut selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Manggarai. Osy, begitu ia disapa, memperoleh suara terbanyak dengan perolehan 9 suara dari 16 pemegang hak suara. Ia pun kembali dipercayakan menahkodai partai berlambang Beringin tersebut untuk masa bhakti 2016-2020.

Berdasarkan bunyi Pasal 5 Peraturan Tata Tertib Musyawarah Daerah IX Partai Golkar Kabupaten Manggarai, pemegang hak suara adalah unsur DPD Partai Golkar Provinsi NTT memiliki satu suara, DPD Partai Golkar Kabupaten Manggarai satu suara, unsur Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kabupaten Manggarai satu suara, unsur Pimpinan Partai Golkar tingkat kecamatan dari 12 kecamatan dengan masing-masing satu suara, dan unsur organisasi sayap seperti Angkatan Muda Partai Golkar dan KPPG satu suara.

Pantauan Kabarnusantara.net, terpilih kembalinya Osy Gandut diwarnai oleh aksi Walk Out (WO) sejumlah pimpinan kecamatan. Aksi itu dipicu oleh dianulirnya keabsahan hak suara Sekretaris Pimpinan Kecamatan Rahong Utara, Marsel Ebot yang tidak mengantongi mandat resmi dari Pimpinan Kecamatan Rahong Utara, Anselmus Serath.

Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kecamatan Cibal dan Cibal Barat, Ferdy Naur berkali-kali melakukan protes keras atas dianulirnya hak suara Pimpinan Kecamatan Rahong Utara tersebut.

Namun dengan tenang Pimpinan Sidang Musda Golkar Kabupaten Manggarai, Gady Buli mengendalikan suasana Musda itu. Sekalipun pada saat bersamaan ibunda Gady Buli dikabarkan meninggal dunia. Ia tampak tetap kokoh pada aturan bahwa yang memiliki hak suara adalah Pimpinan Kecamatan, bukan sekretaris pimpinan kecamatan.

Musda pun kemudian diwarnai aksi perang mulut antara Ferdy Naur dengan Gady Buli, dan sidang itu pun diskors. Menariknya lagi, setelah skorsing dicabut, Sekretaris Pimpinan Kecamatan Rahong Utara, Marsel Ebot mengambil sikap mengundurkan diri dan menanggalkan baju kebesaran Partai Golkar di hadapan seluruh peserta Musda itu.

Setelah itu, Musda pun dilanjutkan, dan 9 pemegang hak suara yang tetap bertahan mengikuti Musda secara bulat memilih Simprosa R. Gandut. Forum Musda pun memberi mandat kepada Ketua Terpilih selaku ketua tim formatur dan Yoakim Yohanes Jehati selaku sekretaris tim formatur. Ketua dan Sekretaris tim formatur bersama sejumlah anggota pun ditunjuk untuk melengkapi susunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai periode 2016-2020.

Ketua terpilih, Osy Gandut mengatakan pihaknya tetap akan melakukan konsolidasi secara internal untuk mempersatukan kembali kekuatan partai yang tercecer.

Ia juga mengakui bahwa dirinya tidak mampu bekerja sendiri membesarkan Partai.

“Saya tidak mampu bekerja sendiri membesarkan partai. Karena itu, agenda kerja saya yang pertama dan terutama adalah membangun kekuatan partai bersama seluruh kader,” ujarnya.

Bahkan dirinya berjanji akan tetap membangun komunikasi yang baik dan melakukan konsolidasi internal dengan para pihak yang tidak memilihnya dalam Musda tersebut.

Menurut Osy, begitu ia disapa, dinamika yang terjadi di ajang Musda kali ini adalah suatu proses pembelajaran berarti bagi semua kader, bahwa pilihan boleh beda namun tekad tetap satu yaitu bersama-sama membesarkan Partai mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar NTT, Benny Taopan menegaskan agar Ketua terpilih segera menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Manggarai periode 2016-2020.

Ia pun berharap agar Partai Golkar Manggarai dapat menyukseskan agenda politik partai pada Pilgub NTT 2018 mendatang, Pemilu Legislatif 2019 dan Pemilihan Presiden. (ALFAN MANAH/HIP/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password