breaking news New

Ormas-Ormas Katolik DIY: Merawat Keberagaman, Menentang Intoleransi

Yogyakarta, kabarnusantara.net – Beberapa Ormas Katolik di Daerah Istimewa Yogyakarta bersama-sama menyikapi tindakan intoleransi yang marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Ormas-ormas tersebut adalah Ormas Katolik DIY (PMKRI Cabang Yogyakarta, Pemuda Katolik, ISKA, WKRI), FMKI DIY, dan PK3 Kevikepan DIY. 

Berikut isi lengkap pernyataan sikap tersebut:

“Merawat Keberagaman, Menentang Intoleransi” 

Para pendiri bangsa (founding fathers and mothers) Indonesia telah menyepakati pluralisme sebagai konsep berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pluralisme sebagai konsep kemanusiaan memuat suatu pola interaksi dengan menjunjung tinggi sikap menghargai, menghormati, dan toleransi. Pluralisme menempatkan persatuan dan persaudaraan sebagai semangat dasar dalam realitas keberagaman dan perbedaan.

Pluralisme dalam tatanan sosial telah ada jauh sebelum Indonesia menjadi sebuah negara. Keberagaman ini merupakan kekayaan nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Realitas keberagaman perlu dijaga dan menjadikannya sebagai budaya universal. Pluralitas ini perlu dilaksanakan secara produktif. Ia tidak dapat diabaikan hanya karena keinginan satu kelompok tertentu untuk menguasai kelompok-kelompok lainnya. Pada titik inilah, negara dan bangsa Indonesia memposisikan dirinya sebagai perekat realitas kemajemukan dan berdiri di atas semua kelompok yang ada.

Rentetan sejarah negara dan bangsa Indonesia menampilkan banyak dinamika untuk mempertegas maupun melemahkan pluralitas ini. Perjalanan sejarah mendemonstrasikan hubungan pasang surut antaretnik dan agama. Berbagai peristiwa muncul untuk menegasikan identitas keberagaman Indonesia.

Dewasa ini, tantangan terhadap pluralisme ini semakin kuat digulirkan di masyarakat. Berbagai fenomena yang kontraproduktif dengan keberagaman Indonesia menjadi tontonan khalayak. Tindakan-tindakan intoleransi semakin permisif terjadi. Bahkan, Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah yang memiliki toleransi tinggi mulai digerogoti peristiwa-peristiwa intoleransi. Gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme terus menerus menggerogoti identitas keberagaman Indonesia di tengah upaya nation building. Di sini, Pancasila sebagai ideologi nasional yang menjadi perekat bangsa perlahan dipudarkan oleh berbagai fenomena kontraproduktif dengan keberagaman Indonesia.

Ancaman terhadap eksistensi NKRI merupakan hal yang perlu disikapi secara serius. Berbagai tindakan intoleransi mencemarkan identitas pluralisme Indonesia. Sudah menjadi tugas setiap elemen bangsa untuk terus merawat keberagaman Indonesia. Sebagai bagian dari cara merawat keberagaman Indonesia dan menentang segala bentuk tindakan intoleransi yang semakin permisif terjadi baik dalam skala lokal Yogyakarta maupun skala Nasional, ormas-ormas Katolik Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta, Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Wanita Katolik Republik Indonesia; Forum Masyarakat Katolik Indonesia-DIY; dan PK3 Kevikepan DIY memberikan beberapa pernyataan sikap:

1. Mengecam segala bentuk tindakan intoleransi dengan mengatasnamakan suku, agama, ras, dan antargolongan

2. Mengecam segala tindak politik yang memboncengi intoleransi dan keberagaman sebagai isunya

3. Mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah menguatnya upaya pencideraan terhadap nilai-nilai persatuan dan keberagaman

4. Mengajak seluruh kelompok kepentingan dan masyarakat Yogyakarta untuk kembali mengamalkan nilai-nilai persatuan dan kebudayaan Yogyakarta dengan jargon “Jogja berhati nyaman” sebagai kristalisasi nilai-nilai kebudayaan Jawa

5. Mendesak pemerintah dan aparat keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menindak tegas pelaku serta organisasi yang selama ini melakukan tindakan intoleransi di Daerah Istimewa Yogyakarta

6. Mengajak perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta untuk selalu mengedepankan prinsip-prinsip kebebasan akademik dan intelektualitas, serta tidak mudah terintimidasi dan terprovokasi oleh permainan isu dan desakan kelompok-kelompok tertentu(***)

6 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password