breaking news New

Bara JP NTT Mengutuk Aksi Teror Terhadap 7 Siswa SD di Sabu Raijua

KUPANG, Kabarnusantara.net –
Dewan Pengurus Daerah, Barisan Relawan Jokowi Presiden (DPD BaraJP) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk keras aksi penyanderaan dan penikaman terhadap tujuh siswa SDN 1 Seba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT.

BaraJP NTT juga menilai aksi itu sebagai bentuk teror.

“Penyerangan dan penikaman merupakan bentuk teror yang dipertontonkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya menghasilkan kerugian jiwa dan raga masyarakat. Karena itu, tak ada alasan tindakan ini diterima,” ujar Sekretaris DPD BaraJP NTT, Hildebertus Selly melalui siaran persnya yang diterima media ini Rabu 14/12/2016.

Gerakan Terorisme, Radikalisme dan Anarkisme adalah sebuah perwujudan ideologi yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki ideologi sebagai roh pemersatu yakni Pancasila.

Melalui pernyataan itu, BaraJP NTT menyampaikan keprihatinannya, kepeduliannya dan rasa belas kasih kepada tujuh siswa SD yang menjadi korban kebrutalan aksi tersebut, sembari mengajak warga NTT untuk tetap tenang dan percaya pada proses hukum.

BaraJP NTT dalam pernyataan sikapnya menyampaikan 6 butir pernyataan sebagai berikut;
1. BaraJP NTT mengutuk aksi penyerangan dan penikaman terhadap tujuh siswa SD yang adalah sebuah bentuk teror yang telah mencederai rasa kemanusiaan. Jika teror itu bertujuan untuk menimbulkan rasa takut, maka hari ini masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat NTT pada khususnya harus menunjukkan sikap pada pihak peneror bahwa Kami Tidak Takut. Sebaliknya masyarakat Sabu Raijua dan NTT agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apa pun di luar batas kewajaran dan kepatutan sebagai manusia Indonesia.

2. BaraJP NTT meminta kepada Pemerintah, dari pusat hingga daerah untuk memberikan serangkaian fasilitas perlindungan sosial bagi korban dan keluarganya, terutama untuk pemulihan korban dan keberlanjutan kehidupan korban dan keluarganya.

3. BaraJP NTT meminta agar jajaran aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menyampaikan setiap perkembangan penanganan kasus tersebut kepada publik.

4. BaraJP NTT meminta kepada aparat keamanan untuk memberi dukungan kepada pihak penyelenggara pelayanan publik dan perniagaan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan tindak kekerasan dan terorisme.

5. BaraJP NTT menegaskan keberpihakan kepada keadilan dan kemanusiaan serta perlawanan kepada kemiskinan, tidak bisa diejawantahkan dengan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah.

6. BaraJP NTT mengingatkan bahwa Negeri ini cinta damai dan kemanusiaan seperti yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945. BaraJP NTT juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk memastikan kehadirannya turut melindungi bangsa Indonesia dari segala bentuk teror dan kekerasan.

#SabuMelawan #KamiTidakTakut adalah juga implementasi manusia merdeka. #KamiTidakTakut terhadap siapa pun yang merongrong kedaulatan nasional dalam bingkai NKRI. #KamiTidakTakut menghadapi segala bentuk teror, intimidasi, dan penganiayaan yang melecehkan kemurnian Pancasila.

BaraJP NTT juga menyatakan bahwa terorisme adalah musuh nyata bangsa ini, dan kehadirannya merupakan pengingkaran nyata terhadap UUD 1945 dan Pancasila. Apa pun alasan dibalik ideologi terorisme sejatinya tak ada hubungan dengan suku, agama, ras dan golongan tertentu.

Karena itu, BaraJP NTT mengajak semua pihak untuk meninggalkan sekat-sekat agama, politik dan kepentingan dan melakukan gerak serempak melawan terorisme.
(Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password