breaking news New

Memilih Berlari atau Berjalan? di Sana Ada Permata

Oleh: Patrin Teok
I am a slow walker, but I never walk back.”-Aku memang berjalan pelan-pelan, tapi aku tidak pernah berjalan mundur -Abraham Lincoln-

Sebuah gugahan Lincoln menginspirasi kehidupanku. Sepak terjang perjalanan hidup yang mampu meraup makna dari setiap jejak dan tapak. Berlari adalah melangkah dengan kecepatan tinggi, sedangkan berjalan adalah melaju atau melangkah dengan pelan. Berlari dan berjalan tentunya memiliki perbedaan yang pasti. Dalam konteks, kita pernah bahkan selalu melakukan kedua hal tersebut. Namun kita pasti tahu pada saat mana kita harus berlari, dan pada saat mana kita berjalan. Berkaitan dengan tujuan hidup tentunya kita harus dapat memilih alternatif yang tepat untuk menggapainya agar sesuai harapan kita.

Ada kisah dua orang gadis cantik nan pesona diundang untuk menghadiri acara pernikahan temannya, keduanya sangat antusias untuk menghadiri acara tersebut, setelah mempercantik diri keduanya melangkah menuju tempat acara tersebut dengan berjalan kaki karena tempat acara berada tidak jauh dari kediaman mereka. Waktu sudah menunjukkan bahwa acara akan mulai dan mereka masih dalam perjalanan.  Gadis cantik dengan nama yang cantik pula yaitu ‘Bunga’ itu berlari meninggalkan Melati yang dengan langkahnya menikmati sentakan aspal dengan sepatu cantiknya.

​Bunga berlari dengan tujuan, ia akan sangat bahagia jika rangkaian acaranya ia ikuti seutuhnya, sedangkan melati berjalan dengan pasti karena berpikiran bahwa ia akan sampai di sana dan akan tetap mengikuti acara tersebut, ia akan memeluk dan mengucap selamat kepada temannya dan ia bahagia di sana. Sejak detik itu, ketika bunga memilih untuk berlari, mereka akhirnya melangkah tidak berbarengan. Dengan cepatnya bunga berlari, tanpa memikirkan sepatu cantiknya yang kian semakin keras bunyinya karena hentakan dengan aspal. Ketika asyik berlari bunga tanpa sadar sudah berada di aspal karena di tabrak oleh sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Orang-orang di sekitar itu akhirnya membantu bunga dan membawanya ke Rumah Sakit. Bunga pun tidak jadi menghadiri pesta tersebut.

Namun melati tiba di tempat acara dengan senyum sumringah karena ternyata acara tersebut akan di mulai ketika ada saksi para sahabat yang menghadiri. Mereka ditunggu untuk menjadi saksi. Melati pun mewakili teman lainnya dan mewakili bunga yang sudah berbaring di Rumah Sakit. Melati bahagia di sana, ia dapat mengikuti acara dengan sempurna dan bahagia karena dia menjadi saksi bagi temannya. Melati sungguh bahagia.

Terinspirasi dari sepenggal kisah di atas, dalam kehidupan ini untuk mencapai tujuan hidup dan kebahagiaan, tentunya kita harus dapat berjuang dengan sungguh-sungguh, perjuangan kita akan menentukan kebahagiaan kita, kita harus teliti dalam berjuang. Berjuang sungguh- sungguh berarti tahu akan segala hal yang dihadapi dan konsekuensi dari perjuangan itu.

Kita yang masih berjuang meraih kesuksesan meraih kebahagiaan harus dapat memilih jalan yang tepat untuk melangkah. Tahu pada saat mana kita harus berlari untuk mendapatkan tujuan kita dan tahu akan konsekuensinya, pada saat mana kita harus berjalan dengan segala konskuensinya.

Berlari berarti cepat tanggap, terburu-buru dan cepat sampai, namun belum tentu sampai dan bahagia jika semuanya terburu-buru dan tak memikirkan konsekuensi. Berjalan, pelan, menikmati setiap ayunan langkah, dan pasti.

Namun harus hati- hati karena tak selamanya berjalan itu pasti, dan tak selamanya berlari itu cepat sampai tujuan atau bahkan tidak sampai tujuan. Semua tergantung kita, semua pilihan ada di tangan kita untuk menggapai harapan kita.

Senada dengan itu, Charles F. Kettering mensinyalir demikian, anda tidak akan tersandung pada sesuatu dengan berdiri diam-diam. Semakin cepat Anda berjalan, semakin besar kesempatan Anda akan tersandung, tetapi semakin besar pula kesempatan Anda sampai ke suatu tempat. (***)

160 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password