breaking news New

Selamat Ulang Tahun Paus Fransiskus ke – 80

Kabarnusantara.net – Sudah tiga tahun sembilan bulan, Paus asal Argentina itu menjadi pemimpin umat Katolik sedunia. Pada Sabtu (17/12/2016), Paus Fransiskus genap berusia 80 tahun. 

Ini akan menjadi ulang tahun keempat bagi Paus Fransiskus yang dirayakan di apartemen St Martha yang sederhana di Vatikan.
Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936; ia adalah Paus ke-266. Dengan demikian, ia adalah pemimpin Gereja Katolik dan sekaligus kepala negara Negara Kota Vatikan.

Sejak 1998 hingga terpilih sebagai Paus pada hari kedua Konklaf Kepausan 2013, 13 Maret 2013, ia adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina.

Sebelumnya, ia diangkat sebagai Kardinal pada tahun 2001 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Paus Fransiskus fasih berbicara dalam bahasa Spanyol, Italia, dan Jerman.

Paus Fransiskus adalah imam Yesuit pertama dan orang Amerika Latin keturunan Italia pertama yang terpilih sebagai Paus. Ia juga menjadi Paus non-Eropa pertama sejak Paus Gregorius III dari Siria wafat pada tahun 741.

Sebagai Paus, ia telah melakukan perjalanan pastoral ke Korea Selatan, Brazil, Filipina, serta Sri Lanka dan akan mengunjungi Amerika Serikat serta Kuba pada September 2017.

Kardinal Jorge Mario Bergoglio selama ini dikenal sebagai sosok konservatif. Beberapa pandangannya mencakup penentangan atas praktik aborsi dan homoseksualitas. 

Meski menyatakan menghormati gay dan lesbian sebagai individu, ia menentang keras undang-undang yang dirilis pada 2010 di Argentina yang melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Sebaliknya, Paus Fransiskus juga dikenal sebagai sosok yang sangat memiliki kepedulian sosial, termasuk mengkritisi masalah perbedaan kelas sosial kaya dan miskin.
Di tahun pertamanya menjabat, Paus Fransiskus kemampuan memberi maaf harus menjadi inti dari karya gereja bukan lagi merefleksikan pengecaman dan penghakiman.

Tentu saja pandangan ini mendapatkan tentangan, meski demikian Paus Fransiskus perlahan-lahan mulai membentuk kembali doktrin ajaran Gereja Katolik.

Saat menghadapi isu-isu sulit seperti kohabitasi (pasangan tak menikah yang tinggal bersama), homoseksualitas, perceraian, Paus selalu memberikan komentar yang sulit dibantah.

Pernyataan-pernyataannya atas masalah semacam ini kerap dibiarkan menggantung dan ambigu sehingga mengesalkan kelompok konservatif dan radikal.

Salah satu kalimatnya yang sangat terkenal adalah saat ditanya soal homoseksualitas yang oleh Gereja Katolik dianggap sebagai sebuah kelainan.

“Siapa saya ini sehingga bisa menghakimi?” kata Paus saa t itu.

Banyak hal lain dari doktrin Gereja Katolik yang digeser di masa pemerintahan Paus Fransiskus.

Misalnya soal pasangan kekasih yang tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Dulu, Gereja Katolik akan langsung mengecam dan menghakimi.

Kini, gereja akan meneliti terlebih dahulu kasus per kasus sebelum mengeluarkan pernyataan atau mengecam.

Paus juga sudah memulai proses kemungkinan peran diakon perempuan dan beberapa kalangan melihat Paus membuka kemungkinan munculnya imam-imam perempuan Gereja Katolik.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password