breaking news New

Sengketa Pilkades Rai: Ardianus Sunarto Minta SK Bupati Manggarai Dibatalkan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Calon Kepala Desa Rai nomor urut 3, Ardianus Sunarto menyangsikan kredibilitas proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Sabtu malam, 17/12/2016, Ardianus Sunarto meminta agar Surat Keputusan (SK) terkait Hasil Penyelesaian Pengadilan Masalah Pemilihan Kepala Desa Rai Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai dibatalkan karena itu SK tersebut dinilai tidak sah.

Menurut Sunarto yang juga Sarjana Hukum itu, tidak sahnya Surat Keputusan Bupati tersebut karena ditemukannya ada dua pemilih atas nama Carles Coleng dan Maria Elisabeth Mujur yang mencoblos dalam Pilkades Rai, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai dan juga mencoblos dalam Pemilihan Kepala Desa Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat.

Dikatakan Sunarto, keberatan yang disampaikan pihaknya dilampirkan dengan berbagai barang bukti dan bahkan barang bukti tersebut telah dilegalisir oleh panitia pemilihan kepala desa di Manggarai Barat.

Dirinya juga menyesalkan sikap Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Manggarai yang menganggap seakan-akan barang bukti yang disampaikan pihaknya tidak dijadikan sebagai patokan dalam hal memberikan keputusan dari Bupati Manggarai.

“Beberapa minggu lalu, saya dipanggil ke kantor BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, red) untuk menerima Surat Keputusan Bupati. Dari surat Keputusan yang saya baca tersebut, di dalamnya tidak dilampirkan sama sekali alat bukti yang kami bawa. Sehingga kami merasa bahwa kalau ke depannya pesta demokrasi seperti ini, coblos di Desa Golo Leleng, coblos di Desa Rai, untuk apa kita gugat,” ujarnya.

Karena terdapat banyaknya barang bukti ini, makanya kami mengajukan keberatan. Jadi seakan-akan bahwa Surat Keputusan itu tidak memanggil para pihak. Karena yang jadi persoalan adalah para pihak atas nama Carles Coleng dan Maria Elisabeth Mujur. Yang anehnya, barang bukti kami ini tidak diakomodir, tidak diakui sama sekali.

“Sehingga hari ini kami datang yang ke 25 kali, untuk meminta kepada Bupati agar SK itu dibatalkan. Kalau memang SK itu tetap disahkan Bapak Bupati, kami juga punya hak untuk meminta surat dari Pemerintah agar setiap penyelenggaraan pesta demokrasi ke depan, kami dapat melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, perjuangan yang dilakukannya bukan untuk dirinya, tetapi demi tegaknya proses demokrasi ke depan.

“Karena itu pihaknya meminta agar SK itu dibatalkan. Bahwa Desa Rai tidak ada Kepala Desanya,” tegasnya.

Pantauan Kabarnusantara.net Ardianus Sunarto bersama ratusan massa pendukungnya memadati ruang tunggu Kantor Bupati Manggarai sejak pagi. Mereka menunggu kehadiran Bupati Manggarai yang hari itu juga dalam perjalanan dari Jakarta menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Setibanya Bupati Manggarai, Deno Kamelus pada pukul 19:00, dialog pun dimulai.

Sebelumnya Bupati Manggarai menerbitkan Surat Keputusan Nomor 508 Tahun 2016 Tentang Hasil Penyelesaian Pengadilan Masalah Pemilihan Kepala Desa Rai Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai.

Atas dasar SK itu, Bupati Manggarai, Deno Kamelus tetap akan melantik Kepala Desa Rai Terpilih bersama 41 Kepala Desa Terpilih lainnya yang memenangkan Pilkades serentak di Kabupaten Manggarai, tanggal 1 November 2016 yang lalu. (Alfan Manah/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password