breaking news New

Kapolda NTT Diminta Tegas dan Terbuka Menangani Peristiwa Sabu Raijua

Jakarta,Kabarnusantara.net-Kapolda NTT harus menjelaskan kepada publik terkait status tujuh orang rekan pelaku penusukan 7 (tujuh) siswa SDN I Sabu Barat, kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada 13 Desember 2016 lalu.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Komunitas Persaudaraan NTT di Jakarta, Petrus Selestinus kepada Kabarnusantara.net di Jakarta pada Senin, (19/12).

Petrus menjelaskan, penahanan yang dilakukan oleh polisi saat ini harus diperjelas. Apakah status ketujuh rekan pelaku penusukan itu sebagai tersangka karena turut serta melakukan tindak pidana penusukan atau penahanan terhadap mereka saat ini hanya untuk memberikan pengamanan dan perlindungan dari dugaan amuk massa sebagai tindakan balas dendam.

“Penjelasan mengenai status penahanan terhadap ketujuh orang rekan pelaku penusukan ini sangat penting, oleh karena terdapat kontroversi dari sikap Kapolda NTT yang sudah mengumumkan bahwa kasus penusukan 7 siswa SDN ini kriminal murni dan pelakunya seorang sakit jiwa.” Jelas Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.

Dengan demikian lanjutnya, penjelasan tentang status dan keberadaan ketujuh rekan pelaku di Mapolda NTT hingga saat ini menjadi sangat penting, apakah dalam rangka projustisia atau sekedar pengamanan dari amuk massa.

“Jika ditahan maka atas dasar apa penahanan terhadap 7 rekan pelaku penusukan yaitu Irwansyah yang sudah meninggal karena dihakimi oleh massa,” tegasnya.

Ia menambahkan, publik NTT saat ini membutuhkan sikap professional dan rationalitas dari Kapolda NTT, agar dalam memberikan penjelasan tidak membingungkan masyarakat, tidak meresahkan masyarakat dan juga demi menjamin rasa aman seluruh warga NTT yang sebentar lagi akan menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

Jika ke 7 rekan pelaku penusukan yang saat ini masih berada di Mapolda NTT di Kupang, maka harus djelaskan pula apakah keberadaan ke 7 rekan pelaku tersebut sebagai tahanan atau berstatus sebagai tersangka yang ditahan untuk kepentingan penyidikan. Atau penahan ini sekedar melindungi atau mengamankan mereka agar lolos dari amuk massa.

Petrus menegaskan, saat ini publik perlu diberikan penjelasan secara periodik dan obyektif sebagai bagian dari hak publik untuk mengetahui dan demi kepentingan kontrol publik terhadap kinerja polisi dalam kasus ini.

“Penjelasan Kapolda NTT yang berubah-ubah dan kabur bisa menimbulkan kekecewaan publik NTT terutama rasa keadilan publik yang selama ini kurang mendapat pelayanan yang memadai dari institusi penegak hukum di NTT,” tegas Petrus.

Penjelasan pelaku Irwansyah (I) adalah seorang sakit jiwa, padahal belum ada permintaan keterangan terhadap pelaku sebelum dihakimi massa dan juga belum ada permintaan keterangan atau pemeriksaan terhadap 7 rekan pelaku tentu akan mengecewakan masyarakat bahkan masyarakat akan menduga bawa Kapolda NTT sedang menutup-nutupi sesuatu yang sensitive.

Menurut dia, sikap masyarakat NTT yang tidak terprovokasi oleh perisitiwa penusukan ini secara meluas harus dihargai sebagai sebuah bentuk kesadaran hukum yang tinggi dan patut diapresiasi.

“Tetapi sikap demikian juga harus dibarengi dengan pemenuhan kewajiban pimpinan Polri berupa penjelasan secara periodik tentang perkebangan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari hak masyarakat untuk mengetahui yang wajib dilayani oleh Kapolda NTT”, pungkas Petrus. (Ervan/Hip/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password