breaking news New

“Lentera Bangsa”

Kisahmu bagai Nabi bumi kala,
Ditolak orang-orang sezamannya…
Bagaikan dunia sarat akan perang, demikian kebaikanmu
Membuat blusukkan setan-setan purba membabi buta
Dari pematang-pematang kota….

Tongkat kegelapan…ya…tongkat kegelapan yang dibawanya serta…
Untuk menakhlukan segala bangsa menjadi budaknya…
Lihatlah gundik-gundiknya, bertopengkan dewi permata…
Itulah yang membuat mual perut sucimu…

Hadirmu menjelas tenangnya kegelapan dunia
Tempat dimana “rumah tua berhantu kejahatan”,
Kau begitu meraung bagaikan singa jantan, yang siap menerkam kejahatan,
Pusing kepalamu, melihat berantakan kotamu ditengah kusir-kusir bertopengkan dewa.

Adamu hai LENTERA BANGSA, berwujud kesederhanaan, menyapa manusia-manusia kota
Yang diam di pinggir-pinggir pelosok kota bersampah busuk, tersingkir penipu-penipunya…
Gayanya peduli bangsa, tapi malah “lain dikata, lain dibuat”. Itulah yang ingin kau singkapkan.

Namun sayang, sangat disayangkan, kini kau terperangkap oleh mereka,
Apa daya adamu, kau bagaikan kurban yang sedang dibawa ke tempat pembantaian,
Semua pada bersandiwara laksana film karma pala, yang tak tahu akhir dari keadaannya.

Namun, Si bangsa berkata: “Tetaplah tenang dalam keadaanmu, semua akan kutanggung, walau cucuran air mata bergelinang bagaikan hujan rahmat meminta massa”. Kau satu untuk se-dunia.

18 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password