breaking news New

Negara Hadir Sebagai Hadiah Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Kabarnusantara.net – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, mengatakan pesan Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberikan jaminan keamanan bagi seluruh warga negara dan menindak tegas kelompok manapun yang bersikap intoleran terhadap umat beragama yang menjalankan ibadah nampaknya sudah dieksplorasi, dielaborasi dan dikonfirmasi dengan sangat tepat.

Menurut Petrus hal tersebut telah menghasilkan persamaan persepsi di tataran pimpinan Polri, bahwa dalam bertindak acuannya adalah hukum nasional sebagai hukum positif, bukan hukum agama dalam menghadapi persoalan intoleransi yang mencoba mengganggu kebhinekaan atau pluralitas bangsa pada saat ini.

“Pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sangat tegas, jelas dan simpatik tentang posisi Fatwa MUI sebagai bukan hukum positif dan memerintahkan kepada seluruh jajarannya dalam bertindak hanya mengacu kepada dan berdasarkan hukum positif Negara”, tegas Petrus.

Petrus menjelaskan, sikap tegas Kapolri Jendral Tito Karnavian itu sekaligus hendak menutup rapat-rapat infiltrasi anasir lain yang mencoba menjadikan kaidah lain di luar hukum nasional agar berlaku sebagai hukum positif.

“Sikap tegas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, telah dibuktikan dengan pembatalan Surat Edaran Himbauan Kapolres dan penjatuhan sanksi berupa teguran keras kepada Kapolres Bekasi, Kulon Progo dan Kapoltabes Surabaya yang mencoba membuka ruang bagi kelompok intoleran mengatasnamakan sosialisasi Fatwa MUI melalui Surat Edaran Himbauan Kapolres Bekasi dan Kulon Progo tentang larangan menggunakan atribut non muslim kepada karyawannya yang ditujukan kepada sejumlah perusahaan”, pungkasnya.

Pernyataan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charliyan, sebagai Kado Natal Bagi Seluruh Umat Kristiani.

TPDI menilai Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charliyan dalam sambutannya pada acara ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 di Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung, Jumat tanggal 23 Desember 2016, di hadapan umat Kristen menyampaikan beberapa pernyataan yang sangat tegas, simpatik, argumentatif dan berdasar antara lain bahwa:

“Pihaknya tidak akan memberi secuil ruang bagi setiap tindakan intoleransi di tanah Sunda”. “Kalau ada warga yang intoleran silahkan keluar dari tanah Sunda”. “Mengacu kepada sejarah, maka tanah Sunda dibangun oleh kedamaian dan toleransi”.

Kapolda Irjen Pol. Anton Charliyan lebih lanjut dalam sambutannya itu menegaskan lagi bahwa “ketika berbicara toleransi, tanah Sunda adalah tempat paling toleran”, kalau ada warga yang intoleran, silahkan keluar dari tanah Sunda. Kapolda Jawa Barat juga menggaransi bahwa “bukan hanya satu umat, satu agama, tetapi seluruh masyarakat Sunda yang mengerti filosofi Sunda akan melawan segala bentuk intoleran”.

Bagi umat Kristiani pernyataan Kapolda Jawa Barat ini merupakan kado atau hadiah natal terindah karena pernyataan yang disampaikan saat memberikan sambutan pada Ibadah Kebhaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 23 Desember 2016 di Bandung, telah mengembalikan rasa nyaman dan damai, bukan saja bagi umat Kristiani di Jawa Barat akan tetapi juga bagi masyarakat Jawa Barat dan masyarakat Indonesia di Provinsi lain dari tindakan kelompok intoleran.

Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Anton Charliyan dalam pernyataannya memberi alasan atas sikap tegasnya terhadap pelaku intoleran di tanah Sunda adalah karena faktor sejarah, bahwa Sunda dibangun oleh kedamaian dan toleransi bahkan nilai keberagaman telah terpatri dalam Pancasila sebagai dasar negara yang merupakan kesepakatan nasional. Sikap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Karnavian, meskipun disampaikan oleh Kapolda Jawa Barat dan hanya ditujukan kepada warga dan masyarakat Jawa Barat, akan tetapi pernyataan Kapolda Jawa Barat tersebut harus dibaca sebagai reperesentasi negara yang dengan sungguh-sungguh telah memberi rasa nyaman dan menyegarkan bagi masyarakat di seluruh Indonesia, terutama umat Kristiani yang pada saat ini menghadapi perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru 2017.

Apa yang dinyatakan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charliyan, meskipun secara eksplisit hanya ditujukan kepada masyarakat Jawa Barat, akan tetapi pernyataannya itu harus dibaca dan dimaknai sebagai sebuah eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dari pesan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang saat ini secara konsisten mewujudkan tanggung jawab negara untuk melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah dara dari kesewenang-wenangan pihak lain atas nama dan kepentingan apapun.

Pernyataan Irjen Pol. Anton Charliyan merepresentasi keinginan, perasaan dan harapan Presiden Jokowi, Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa negara akan selalu hadir ketika rakyat memerlukan, karena itu negara tidak boleh lemah dan absen dalam setiap kesempatan demi melindungi segenap warganegara dari ancaman akan kehilangan rasa aman, kehilangan daya rekat akan persatuan dan terlebih-lebih ancaman terhadap kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa.

Sekali lagi kado terindah bagi umat Kristiani dalam merayakan Natal dan Tahun Batu 2017, yaitu hadirnya negara, negara tidak absen dan negara tidak lemah karena itu negara akan memberikan jaminan keamanan, rasa nyaman dari gangguan kelompok intoleran dan menegaskan bahwa tidak ada hukum agama di dalam hirarki perundang-undangan kita, karenanya di dalam bertindak aparat hanya boleh merujuk kepada hukum nasional sebagai hukum positif. (Ervan/Hip/KbN)

9 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password