breaking news New

TPDI Desak Polri Segera Selidik Habib Rizieq

Jakarta,kabarnusantara.net-Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) meminta Bareskrim Mabes Polri segera mengagendakan dimulainya penyelidikan atas laporan masyarakat terhadap dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq dkk.

Ada dua laporan yang telah masuk yakni oleh Ibu Sukmawati Soekarnoputri, terkait dugaan menghina tokoh Proklamator Bung Karno, Presiden RI I selaku penggali Pancasila, khususnya tentang sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan laporan PMKRI tentang penistaan agama Kristen maupun laporan dari kelompok masyarakat lainnya di Bareskrim Polri.

“Perlunya diagendakan segera suatu proses hukum terhadap Habib Rizieq dkk. Ini harus dilakukan semata-mata atas dasar pertimbangan aspek rasa keadilan masyarakat, karena hukum tidak memberikan “hak privillage” kepada warga negara tertentu dalam negara hukum dan eksistensi negara hukum harus tetap dikedepankan,” ujar Koordinator TPDI, Petrus Selestinus di Jakarta, pada Senin (26/12/2016).

Petrus mengatakan, jika sejumlah laporan masyarakat yang meminta adanya proses hukum dan pertanggungjawaban pidana dari seorang Habib Rizieq atas dugaan telah melakukan tindak pidana, tidak segera diproses, maka publik bisa mempersepsikan negara masih lemah menghadapi kelompok Habib Rizieq, negara masih mendiskriminasikan orang atau kelompok tertentu dalam masyarakat diberikan pelayanan penegakan hukum dengan hak privillage.

“Kita percaya bahwa Polri sedang berbenah diri, namun berhadapan dengan tugas-tugas negara yang begitu berat, apalagi berhadapan dengan kelompok yang mencoba mendikte kekuasaan negara untuk memenuhi kehendaknya secara melawan hukum, Polri harus adil dan tegas,” kata Petrus.

Advokad ini juga meminta Polri dan masyarakat agar bermitra, apalagi laporan masyarakat kepada Polri untuk melakukan tindakan hukum atau tindakan kepolisian terhadap sesorang atau sekelompok orang, termasuk terhadap Habib Rizieq sekalipun, harus dilihat sebagai sebuah partisipasi masyarakat membantu Polri guna menegakan hukum, menciptakan ketertiban dan mengayomi masyarakat dari kesewenang-wenangan pihak lain.

Sukses Polri mewujudkan tiga tugas utama yaitu mengayomi masyarakat, menegakan hukum dan menciptakan kekertiban masyarakat, kata Petrus, terbukti dari mengatasi aksi damai 411 dan 212 beberapa waktu yang lalu, termasuk sukses menjamin perayaan Natal yang damai dan nyaman bagi umat Kristiani, harus tetap dipertahankan dan ditindaklanjuti dengan proses hukum terhadap laporan masyarakat atas dugaan tindak pidana yang terjadi dan diduga dilakukan oleh Habib Rizieq dkk. yang laporan polisinya sudah diterima Bareskrim Polri tetapi proses penyelidikannya hingga kini belum dilakukan.

“Masyarakat ingin melihat negara benar-benar hadir secara permanen, tidak labil apalagi inkonsisten,” katanya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, Polri harus tetap on the track, karena masyarakat selalu mendukung kerja Polri terutama menghadirkan negara demi mewujudkan tujuan demokrasi yaitu melindungi segenap warga negara dari kesewenang-wenangan pihak lain.

Negara harus memperlakukan setiap orang sama di hadapan hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya, pasal 27 UUD’45.

“Karena itu tindakan hukum dan tindakan Kepolisian terhadap Habib Rizieq dkk. terkait dengan Laporan Polisi dari masyarakat, harus menjadi prioritas, agar tidak timbul kesan bahwa Polri memihak atau bertindak tidak adil atau tidak berani melakukan tindakan kepolisian terhadap Habib Rizieq, terkait tuntutan masyarakat melalaui beberapa Laporan Polisi terhadap Habib Rizieq di atas,” tegas Petrus. (Ervan/Hip/KbN)

4 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password