breaking news New

GMNI Jakarta Selatan Kritisi Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Kabarnusantara.net – Masa Kepemimpinan Jokowi-JK tersisa 2 Tahun 10 Bulan lagi. Di masa awal pemerintahan Jokowi, banyak rancangan program yang masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Namun, Mahasiswa dari Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Jakarta Selatan menilai rezim Jokowi belum sepenuhnya berpihak pada persoalan rakyat. Karena itu, mereka melakukan aksi turun ke jalan pada hari Sabtu (31/12/2016). Aksi tersebut dikomando langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Jaksel.

Mereka melakukan aksi tersebut di beberapa titik di Jakarta Selatan, antara lain di sekitaran Pasar Minggu, di depan Gedung Replubika dan di depan kampus B Universitas Nasional. Aksi dilakukan dengan membagikan agitasi-agitasi berupa hasil pendapat mahasiswa dari kader GMNI yang telah disatukan.

Mereka menilai banyak permasalahan kesejahteraan rakyat yang belum teratasi selama pemerintahan Jokowi-JK. Pemerintah secara terang-terangan lebih mengutamakan kesejahteraan pemodal-pemodal asing yang hendak berinventasi di Indonesia.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai mengabaikan kepentingan Rakyat yang dimana Jokowi-JK lebih berpihak kepada Pemilik Modal Asing yang membuat Indonesia semakin terpuruk”. Tegas Askar, Ketua DPC GMNI JAKSEL yang memimpin aksi di sekitaran pasar minggu.

Askar menilai, Keberpihakan kepada pemodal asing sangat jelas.

“Bukti keberpihakan Jokowi-JK kepada pemodal asing bisa kita lihat dari pembangunan infrastruktur yang tidak berasaskan keadilan, dimana masih mementingkan kepentingan pemodal daripada keselamatan rakyat,” lanjutnya.

“Banyak contoh kasus di daerah-daerah akibat pembangunan infrastruktur sehingga mengakibatkan puluhan bahkan ratusan jiwa rakyat terkena dampaknya baik kehilangan rumah atau lahan hingga kehilangan keluarga akibat represitas aparat. Tentu ini menjadi tanggung jawab negara dalam, hal ini pemerintah!” ujarnya.

Adapun tuntutan-tuntutan mahasiswa tersebut terhadap rezim pemerintahan sekarang sbb:

1. Mendesak pemerintahan untuk segera menasionalisasikan aset-aset yag menyangkut hajat hidup orang banyak sesuai UUD 1945;

2.Mendesak pemerintah untuk segera mencabut UU Penanaman Modal Asing yang menyebabkan keterpurukan Indinesia;

3.Mendesak pemerintah untuk segera membangun industri nasional;

4.Pemerintah harus menolak hutang luar negeri dalam bentuk apapun;

5.Mendesak pemerintah untuk segera melaksanakan Reforma Agraria sesuai amanat UUD 1945 dan UU No.5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria;

6.Pemerintah harus mencabut UU yang meliberalisasikan Pendidikan;

7.Pemerintah harus bertindak tegas segala ORMAS atau lembaga lainnya yang menaburkan kebencian dengan menggunakan isu SARA yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

Peserta aksi berharap agar semua pihak sadar dan tidak terbuai dengan liberalisasi yang secara perlahan sedang menggerogoti jati diri bangsa Indonesia saat ini.

“Maka kami GMNI Jakarta Selatan pada hari ini melakukan aksi penyadaran sebagai langkah awal untuk mengkonsolidasikan kekuatan mahasiswa dalam mengkritisi rezim saat ini” tutup Askar. (Ferry Setyawan/Hipa/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password