breaking news New

FROMHI Menilai Aksi “Bela Rakyat” 121 Prematur

Jakarta, kabarnusantara.net – Aksi BEM SI pada Kamis (12/01/2017) lalu menuai pro-kontra di kalangan mahasiswa sendiri. Aksi 121 berjargon  “Bela Rakyat” yang serentak dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia tersebut tidak serta-merta didukung oleh semua mahasiswa di Indonesia.

Front Mahasiswa Hukum Indonesia (FROMHI) melalui Kepala Departemen Pendidikan menilai aksi tersebut prematur. Penilaian tersebut dilihat dari poin-poin tuntutan mahasiswa tersebut.

“Poin-poin tuntutan dari BEM SI kurang disertai kajian yang mendasar, terlalu bias dan tidak substansial sehingga prematur,” ujar Rivaldi Mandala Satria selaku Kepala Departemen Pendidikan FROMHI.

Selain itu, mahasiswa hukum Universitas Nasional tersebut menganggap poin tuntutan BEM SI  belum konkret dan tidak berbasis data.

“Tuntutan-tuntutan terkait kebijakan pro rakyat, transparansi dan sosialisasi anggaran itu terlalu abstrak jika hanya berdasarkan pendekatan yang kasuistik dan tidak disertai data yang kuat” ujarnya ketika ditemui di Kampus Unas.

Ia menambahkan, “tuntutan tersebut harusnya mengkaji juga dari perspektif lain, misalnya mengkaji latar belakang mengapa suatu kebijakan tersebut dilakukan, dari situ kita mampu memahami permasalahan yang lebih objektif dan tidak mudah dipatahkan”.

Ia pun mencoba menjelaskan bagaimana memahami kebijakan pemerintah secara jernih terutama mengenai tuntutan pengembalian subsidi tarif dasar listrik golongan 900 volt.

“Terkait tuntutan pengembalian subsidi tarif dasar listrik golongan 900 v, sebenarnya subsidi itu tidak dicabut, masyarakat kurang mampu yang menggunakan listrik golongan tersebut tetap mendapat subsidi, yang dialihkan subsidinya hanya masyarakat yang mampu tetapi menggunakan golongan listrik yang sama. Ini yang saya katakan kurang disertai kajian yang mendasar sehingga tuntutannya tidak tepat sasaran”, tegas mahasiswa yang akrab dipanggil Boy tersebut.

Dirinya juga menambahkan “sebagai bagian dari kaum intelektual, perlu adanya upgrade dalam aksi mahasiswa yang lebih progresif dan sistematis agar tugas dan fungsinya sebagai agent of control dan agent of change tetap terjaga”, tutupnya.

Front Mahasiswa Hukum Indonesia (FROMHI) adalah gerakan mahasiswa yang terdiri dari kumpulan mahasiswa hukum dari beberapa universitas di Jakarta. FROMHI sangat konsen mengawal proses penegakan hukum yang adil dan beradab di Indonesia.(Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password