breaking news New

Ini Kronologis Dugaan Penipuan Bermodus Proyek Yang Melibatkan Oknum PNS di Dinkes Manggarai

RUTENG, KabarNusantara.net –Fransiscus Xaverius Kelly, korban dugaan tindak pidana penipuan melalui pengacaranya Fransiskus Ramli kepada sejumlah awak media menerangkan kronologis kejadian dugaan tindak pidana penipuan yang menimpa kliennya pada Selasa, 17/1/2017 di Ruteng.

Dikatakan Ramli, bahwa pada hari Selasa, 20 September 2016 lalu, Antonius Sarif Santoso datang menemui Fransiscus Xaverius Kelly alias Kelly Kurniawan di Apotik Kurnia Farma di Ruteng. Ia didampingi H. Ibrahim Daud yang adalah Kuasa Direktur PT. Rambbo Farmasi Jaya.

Pada saat itu, kedua pelaku dugaan penipuan itu membujuk Kelly dengan akal dan tipu muslihat serta dengan perkataan bohong membujuk Kelly supaya meminjamkan mereka sejumlah uang.

Para pelaku tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki 4 paket proyek di Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dengan total anggaran Rp. 704.810.450.

Namun karena mereka tidak memiliki sejumlah uang sebagai modal dalam rangka pengadaan barang proyek tersebut, maka mereka membujuk Kelly untuk meminjamkan sejumlah uang.

Sayangnya, bujukan mereka ditolak Kelly. Setelah ditolak, para pelaku dugaan tindak pidana penipuan itu pun tidak patah arang. Mereka terus menerus membujuk Kelly dengan cara menunjukkan 4 paket proyek lengkap dengan Surat Perintah Kerja (SPK) Pengadaan Barang di Dinkes Kabupaten Manggarai. Namun lagi-lagi Kelly menolak bujukan mereka.

Meskipun terus menerus ditolak, para pelaku tersebut tidak jera dan bahkan semakin gencar membujuk Kelly dengan mengatakan akan memberi keuntungan sebesar Rp. 105.000.000 dari 4 paket proyek tersebut, asalkan Kelly mau memberikan utang kepada para pelaku tersebut. Saat itu, Kelly tetap tidak yakin dan menolak bujukan para pelaku.

Karena ditolak lagi, para pelaku coba menawarkan cara-cara yang lebih mengikat yaitu dengan membuat perjanjian tertulis.

Kelly pun tak kuasa menolaknya, lalu menyetujui tawaran para pelaku dugaan penipuan itu.

Singkat cerita, Kelly kemudian menyetujui dan mentransfer uang sejumlah 203.500.000 melalui Bank Mandiri kepada CV. Parama Putra selaku supplier untuk pengadaan Sanitarian Field Kit dan Reagensia.

Kemudian Antonius Sarif Santoso kembali meminta kepada Kelly untuk mentransfer lagi uang kepada Samsiah senilai Rp 180.000.000. Atas permintaan Antonius, Kelly pun mentransfer ke Samsiah yang adalah Bendahara Puskesmas Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Sehingga total uang yang ditransfer Kelly berjumlah Rp. 383.500.000.

Sesuai dengan perjanjiannya, pihak Antonius dan kawan-kawan akan mengembalikan uang pinjaman tersebut pada Desember 2016 lalu.

Pada akhir Desember, tepat jatuh tempo pembayaran utang tersebut, Kelly pun berupaya mendatangi rumah mereka hendak meminta pengembalian dana pinjaman dan keuntungannya sebesar 488.500.000 sesuai perjanjian mereka.

Namun para pelaku dugaan tindak pidana penipuan tersebut selalu berdalih bahwa mereka tidak berada di tempat. Pihak keluarga pun mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka.

Khawatir dengan itu, Kelly pun mendatangi kantor tempat mereka bekerja, namun para pelaku itu pun tidak masuk kerja. Pihak kantor tempat para pelaku bekerja pun menerangkan bahwa para pelaku tidak lagi masuk kerja sejak Desember 2016 lalu hingga saat ini.

Atas dasar itu, dengan sangat terpaksa Kelly melaporkan tindakan Antonius Sarif Santoso dan kawan-kawan ke Polisi melalui kuasa hukumnya Fransiskus Ramli. Mereka dilaporkan terkait dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP.

Antonius Sarif Santoso diketahui bekerja di Bagian Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai yang terletak di Ka – Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Samsiah bekerja sebagai bendahara di Puskesmas Reok, sedangkan H. Ibrahim Daud bertindak sebagai Kuasa Direktur PT. Rambbo Farmasi Jaya, salah satu perusahaan yang biasa mengikuti tender pengadaan obat-obatan di Dinkes Manggarai. (Alfan Manah/KbN)

4 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password