breaking news New

Aspirasi Indonesia Bentuk Wadah FAI-uK Untuk Tuntut Polri Usut Kasus Rizieq Shihab

Jakarta,Kabarnusantara.net-Juru Bicara Aspirasi Indonesia (AI), Petrus Selestinus, mengatakan Aspirasi Indonesia yang merupakan wadah Advokasi para diaspora lintas profesi dan etnis di Jakarta yang selama ini mengadvokasi masyarakat pada bidang hukum dan demokrasi telah memfasilitasi pertemuan pembentukan Forum Aspirasi Indonesia untuk Kebangsaan (FAI-uK) pada Jumat (20/1) malam.

Agenda utama pertemuan tersebut, jelas Petrus, untuk memberikan dukungan nyata sekaligus mengawal POLRI dalam kaitannya dengan kasus-kasus pidana penistaan agama, penistaan pancasila, sara, aksi intoleransi dan radikal yang saat ini disangkakan kepada Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan anggotanya.

Pembentukan FAI-uK dihadiri perwakilan para diaspora antara lain dari Papua, Kalimntan (suku Dayak), Manado, Sunda Banten, NTT, Tanah Toraja-Sulsel, Lampung, Sumatera Utara, Etinis Tionghoa Jakarta, Sulawesi Selatan, Maluku, Kepulauan Kei dan Nias.

“Pembentukan wadah ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa dan mebangkitkan kembali semangat anak bangsa yang resah, risau dan khawatir akan kehancuran kebhinekaan kita dan pecahnya NKRI akibat aktivitas FPI yang menakutkan dan terjadi secara massif,” ujar Petrus , Sabtu (21/1).

FAI-uK, jelas Petrus, berusaha membangkitkan dan merekatkan kembali kondisi pisichologis masyarakat yang takut dan diam terhadap situasi yang mengancam eksistensi kebhinekaan (bhineka tunggal ika), agar masyarakat lebih kuat dan tetap bersatu menghadapi ancaman dimaksud.

Petrus menjelaskan hal ini juga menjadi perhatian khusus terhadap generasi muda, agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam ajakan gerakan intoleran, radikal, sara dan aksi-aksi penodaan agama atau pancasila yang akhir-akhir ini marak, sebagaimana saat ini dituduhkan kepada kelompok ormas FPI dan Riziek Shihab.

“FAI-uK menangkap signyal bahwa kondisi kebhinekaan kita berada dalam upaya disintegrasi dengan target akhir mengganti ideologi pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi ideologi agama sebagaimana dimaksud dalam Piagam Jakarta,” jelasnya.

Ditambahkan Petrus, FAI-uK mengkonstatir adanya gerakan penolakan dengan tuntutan agar FPI dibubarkan bahkan dinyatakan sebagai ormas terlarang disertai dengan tuntutan agar pimpinannya dimintai pertanggungjawaban secara pidana.

Lebih lanjut Petrus menjelaskan, saat ini terjadi secara massif tidak saja di Jawa dan Sumatera akan tetapi sudah meluas jauh ke seluruh pelosok tanah air seperti di Papua, NTT, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Maluku dll.

“Polri tidak hanya telah mendapatkan legitimasi moral dan hukum dalam menindak oknum pimpinan FPI dan atas nama pemerintah harus segera membubarkan FPI akan tetapi juga Polri saat ini sudah mendapat dukungan dan legitimasi publik yang paripurna, karena selain Polri sudah mendapatkan pernyataan dukungan dari warga bangsa di setiap Provinsi di seluruh Indonesia, juga di Jakarta khususnya para diaspora yang terdiri dari etnis masing-masing bergabung dalam FAI-uK,” ungkapnya.

Untuk agenda lanjutan, Petrus mengatakan, pada Senin, 23 Januari 2017 mendatang, pukul 13.00 WIB, FAI-uK dengan mengenakan busana daerah sesuai identitas etnisnya masing-masing menemui Kapolri dan jajarannya untuk menyampaikan petisi atau maklumat dukungan kepada Pemerintah, Polri untuk tidak ragu-ragu menindak tegas secara hukum kepada Rizieq Shihab.

Pasalnya kata Petrus saat ini laporan polisinya sudah lebih dari 10 telah disampaikan kepada Polri dan sedang dalam proses hukum. Selain menindak tegas secara hukum oknum-oknum FPI yang selama ini dengan leluasa melakukan aksi anarkis dan melanggar hukum.

“Kami juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk membubarkan ormas FPI dll karena selama 10 tahun pemerintahan SBY ormas FPI ini dininabobokan, diberi ruang untuk aksi-aksi-aksi radikal yang bersifat sara, intoleran dan tindak pidana lainnya bahkan sudah mengarah kepada ancaman untuk mengganti ideologi negara,” tambahnya.

Menurut Petrus, sikap FAI-uK ini adalah bagian dari keinginan kolektif untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam penegakan hukum dan demokrasi.

“FAI-uK tidak saja akan menjadi mitra Pemerintah dalam penegakan hukum dan demokrasi terlebih-lebih secara khusus meminta agar pemerintah segera membubarkan FPI dan dinyatakan sebagai ormas terlarang dan untuk itu FAI-uK akan terus membantu mensosialisasikan sikap pemerintah membubarkan FPI dan menindak tegas oknum-oknumnya sebagai tindakan yang berdasarkan hukum melalui jaringan yang dimiliki,,” imbuhnya

Namun, jelas Petrus, FAI-uK akan tetap bersikap kritis dan korektif terhadap pemerintah dalam mengawal tugas pemerintah menjaga NKRI sebagai rumah bersama dan Pancasila sebagai Ideologi bangsa milik kita semua. (Ervan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password