breaking news New

Boni Hargens Tantang Habib Rizieq Debat Terbuka Soal Pancasila

JAKARTA, Kabarnusantara.net – Pengamat Politik, Boni Hargens mengirim surat undangan resmi untuk berdebat terbuka tentang Pancasila dan kaitannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Surat tersebut dilayangkan pada Jumat (20/1/2017) lalu.

Berikut isi surat dari Boni kepada Habib Rizieq. 

Salam silaturahim kami sampaikan, semoga Bapak Muhammad Rizieq Shihab senantiasa sehat wal afiat dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Amin.

Tesis Bapak tentang Pancasila dan Pengaruhnya terhadap Syariah Islam di Indonesia yang dipertahankan di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2012 menarik perhatian saya. Tanpa berpretensi menilai kualitas dari karya Bapak, saya tergerak untuk mengadakan debat terbuka dengan Bapak tentang pancasila dalam kaitannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Niat saya menguat setelah mencermati komentar Bapak di ruang publik, termaksuk yang terakhir soal keberaan Bapak terhadap Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada tanggal 10 Januari 2017.

Asumsi dasar saya adalah Bapak mempunyai konsep Pancasila yang lain, berbeda dengan hakikat Pancasila yang sejak awal dijadikan Weltranschauung Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh para Founding Fathers. Bapak bertendensi mendirikan Negara Agama, persis seperti ambisi Al-Maududi di Timur Tengah dalam sejarah perjuangan teo-demokrasi. Mudah-mudahan asumsi saya keliru. Untuk itulah, ruang debat ini urgen.

Sekiranya berkenan, segala urusan tehnis mengenai panggung debat, publikasi dan hal lain yang diperlukan menjadi urusan tim pelaksana dan saya. Kami tidak merepotkan bapak untuk hal tehnis pelaksanaan. Demikian surat permohonan dan undangan ini saya sampaikan. Atas atensi dan apresiasi Bapak Muhamad Rizieq Shihab, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr,Wb.

Jakarta, 20 Januari 2017


Boni Hargens.

Menurut Boni, jika nantinya Habib Rizieq tidak memenuhi tantangannya tersebut, setidaknya jadi pembelajaran bagi Habib Rizieq dan kelompoknya, bahwa dalam berdemokrasi yang diutamakan adalah dialog dan bukan mengandalkan otot.

“Gak apa-apa (kalau tidak hadir) , minimal dia tau bahwa ada orang yang mulai pakai otak hadapi dia, karena kalau pakai otot bukan soal siapa lebih kuat, tapi demokrasi kan tidak memakai cara begitu,” kata Boni dilansir Netralnews.com, Jumat (20/1/2017).

Pasalnya selama ini dalam mengutarakan pendapat, Pimpinan FPI itu kerap mengandalkan kekuatan massa.

“Saya lihat Rizieq ini kan mainnya kayak tawon, kayak semut, pakai gerombolan. Makanya saya bilang ayo kita berdebat, ayo kita berdialog, saya juga mau lihat reaksi dari FPI bagaimana, mampu gak mereka merespon tawaran seperti ini atau hanya mampu mengangkat pentung,” tutup Boni. (Hip/KbN)

7 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password