breaking news New

Polri Diminta Tindak Tegas Ormas yang Mengancam Keutuhan NKRI

Jakarta,Kabarnusantara.net-Ketua Forum Aspirasi Indonesia Untuk Kebangsaan (FAI-uK), Petrus Selestinus, meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas ormas yang mengancam eksistensi NKRI.

Hal tersebut disampaikan Petrus Selestinus pada saat menyampaikan Pernyataan Sikap kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, melalui Divisi Humas Polri, Senin (23/1/2017).

“Aspirasi melalui pernyataan sikap ini adalah wujud kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk mempertahankan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI terkait dengan aktivitas ormas radikal dan intoleran yang semakin terbuka dan nyaris mengancam eksistensi Pancasila sebagai Ideologi dan dasar negara, kebhinekaan dan NKRI,” ujar Petrus.

Forum Aspirasi Indonesia Untuk Kebangsaan adalah sebuah komunitas diaspora di Jakarta yang terdiri dari perwakilan etnis Kalimanatan, Sulawesi, Papua, Maluku, NTT, NTB, Bali, Sumatera, Jawa, dan Tionghoa.

FAI-uK, jelas Petrus, hadir untuk memberikan dukungan kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas kelompok dan ormas intoleran yang dalam aktivitasnya mengatasanamakan agama, melakukan tindaka radikal sesama umat beragama dan sesama warga bangsa yang berbeda budaya.

Menurut Petrus, hadirnya komunitas ini sebagai bentuk kepedulian terhadap NKRI. Petrus pun berharap agar pernyataan sikap ini bisa ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Boy Rafli Amar, yang menerima komunitas ini, mengatakan aspirasi ini akan disampaikan ke Kapolri, dan akan diselesaikan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Negara Republik Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan masalah hukum akan diselesaikan dengan hukum yang berlaku sesuai Undang-Undang yang berlaku di Indonesia,” ujar Boy Rafli.

Berikut adalah Pernyataan Sikap Forum Aspirasi Indonesia Untuk Kebangsaan (FAI-uK).

Pertama, mendukung penuh langkah tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia, menindak oknum-oknum yang tergabubg dalam ormas FPI terkai dengan dugaan telah terjadi tindak pidana, baik berupa tindak pidana penistaan terhadap Pancasila, Bendera dan Agama maupun tindak pidana fitnah terhadap pimpinan negara dan pimpinan agama di Indonesia.

Kedua, menjadi Kepolisian RI, berupa partisipasi masyarakat dalam penegakan hokum berupa memberikan informasi, mengawasi dan memantau aktivitas kelompok ormas yang mengatasnamakan agama di tengah masyarakat yang sering mengancam eksistensi kelompok masyarakat yang berbeda agama, berbea budaya dan adat istiadat dengan mereka, dan jika dibiarkan akanmeninmbulkan konflik horizontal yang berkepanjangan.

Ketiga, Mendukung langkah Polri yang saat ini secara khusus memproses hokum Sdr. Rizieq Shihab, karena dalam aktivitas social keagamaan dan kemasyarakatan sering melakukan tindakan yang patut diduga sebagai tindak pidana sebagaimana saat ini muncul berbagai Laporan masyarakat kepada kepolisian karena sejumlah dugaan tindak pidana berupa penisataan Agama, Penistaan Pancasila, Penistaan Bendera Merah Putih.

Keempat, Mendesak Presiden untuk segera membubarkan FPI dan Ormas Intoleran dan radikal yang selama ini dalam aktivitas social dan keagamaannya sering menggunakan cara-cara radikal memaksakan kehendak, intoleran dan perilaku anarkis lainnya yang sangat meresahkan dan mengancam eksistensi Pancasila, kebhinekaan dan NKRI.

Kelima, Mendesak Jaksa Agung, Mendagri, dan Menteri Agama untuk melaksanakan fungsinya sesuai Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 Tentang pencegahan Penyalagunaan dan atau Penodaan Agama agar segera menrtibkan (perangkat keras) kepada Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas yang dalam aktivitas social dan keagamaan sering melakukan tindakan-tindakan yang radikal dan intoleran. (Ervan/KbN)

7 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password