breaking news New

Fredy S, Novelis yang Terlupakan

Kabarnusantara.net – Nama aslinya Bambang Eko Siswanto. Lahir di Semarang pada 5 Mei 1954. Pembaca novel populer era 1980 hingga 1990-an tentu tak asing lagi dengan namanya dengan nama pena Fredy S.

Dia penulis produktif di masanya. Novel-novelnya laku keras. Bahkan masih beredar hingga kini. 

Sebelum menjadi novelis, dia lebih dikenal sebagai komikus. Beberapa komiknya, umumnya bergenre roman percintaan, terbit. Antara lain Gema Tangismu, Karang Tajam, Segaris Harapan, Kepergian Seorang Kekasih, Lagu Sendu, Selembut Sutra, dan Pengorbanan Ibu.

Komik tak mengangkat namanya. Maka, dia mencari penghasilan lain sebagai pelukis poster film. Dia juga sempat menulis beberapa cerita silat seperti serial Retno Wulan dan Pendekar Gagak Rimang dan jadi wartawan sebelum berkiprah sebagai penulis novel populer.

Debut Fredy S sebagai novelis mendapat sambutan hangat. Novel pertamanya, Senyummu Adalah Tangisku (terbit 1978) diangkat ke layar lebar. Tak tanggung-tanggung lakon yang membintanginya sederet artis papan atas: Soekarno M. Noor, Rano Karno, Anita Carolina, dan Farida Pasha. Setahun kemudian, novelnya Sejuta Serat Sutera juga difilmkan. Bintangnya Rudi Salam dan Tanty Josepha. Dari sinilah, Fredy S terjun ke dunia sinematografi, dari penulis skenario hingga jadi asisten sutradara.

Karya terakhirnya adalah sinetron Jelangkung 2 produksi PT Virgo Putra Film, yang tayang di RCTI tahun 2002. 

Fredy S penulis produktif. Karyanya ratusan judul, diterbitkan di Indonesia maupun di Malaysia dan Singapura. Sebulan dia bisa menghasilkan dua hingga tiga judul novel. Fredy S menyebut dirinya sebagai “sastrawan kaki lima”. Saking tenar, namanya kerap dicatut, atas seizinnya maupun tidak, untuk novel-novel lainnya. Namun namanya tenggelam oleh ratusan karyanya. Bahkan tak diakui dalam dunia kesusastraan Indonesia.

Napas hidup Fredy S memang berada dalam dunia bisik-bisik, sebagaimana buku-buku karangannya bergenre buku-kamar. Semua jenis bukunya mesti dibaca mandiri oleh lelaki atau perempuan usia dewasa.  Dikhidmati dalam kesendirian yang diam-diam, dengan napas tertatih-tatih dan disertai desahan-desahan kecil. Novel Fredy adalah bacaan basah. Dalam rukun kesucian.

Salah satu kutipan dalam novel Fredy S ‘Cinta Suci Cinta Abadi’

“Suci terdiam. Perlahan namun pasti, gadis itu memejamkan matanya dengan kedua bibir tampak gemetar. Maklumlah, baru kali ini dia akan dicium oleh lelaki. Dan lelaki itu adalah orang yagn dicintainya. Sambil menunggu sentuhan bibir Kusuma, kedua tangan Suci pun bergayut di leher pemuda itu.”

“Bagi kusuma, ciuman ini pun merupakan ciuman pertamanya untuk gadis yagn dicintainya. Sehingga sebagaimana yang dirasakan Suci, Kusuma pun merasakan hal yang sama. Bergetar juga hatinya, bahkan sekujur tubuhnya. Perlahan dan dengan lembut, dan dengan sekujur tubuh agak gemetar, Kusuma pun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Suci. Lalu dengan lembut dilumatnya bibir gadis itu. Gadis itu membalas. Sehingga keduanya pun saling melumat bibir satu sama lain.” (RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password