breaking news New

Pengadilan Australia Memenangkan Gugatan Petani Rumput Laut NTT

Kabarnusantara.net – Dalam sidang di Sydney, hakim tunggal Griffiths J memenangkan warga NTT, Daniel Aristabulus Sanda, untuk berhak mewakili seluruh petani rumput melawan PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia dalam gugatan class action di pengadilan Australia.

Setelah menunggu selama lima bulan Pengadilan Federal Australia memenangkan soal keabsahan penggugat mengajukan class action dalam perkara pencemaran kilang minyak Montara di NTT.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Tim Advokasi Korban Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor Ferdi Tanoni mengatakan, putusan itu disampaikan hakim dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (24 /1/2017) kemarin.

“Dalam amar putusannya setebal 22 halaman di bawah file nomor 1245 of 2016, hakim Griffiths J yang mempertimbangkan keberatan yang diajukan oleh PTTEP Australasia serta memperhatikan berbagai bukti yang diajukan pengacara Daniel Astabulus Sanda, maka Hakim Griffiths J memutuskan menolak seluruh keberatan yang diajukan oleh PTTEP Australasia,” kata Ferdi.

Semua putusan hakim itu, lanjut Ferdi, didasari Peraturan Mahkamah Agung Northern Territory, yang mengakui hak perwakilan.Sidang perdana gugatan class action 13.000 petani rumput laut asal NTT terhadap PTTEP Australasia yang mengelola kilang minyak Montara digelar oleh Pengadilan Federal Australia mulai 22 Agustus 2016.

Gugatan tersebut didaftarkan oleh Daniel Sanda, petani rumput laut asal Kabupaten Rote Ndao, pada 3 Agustus 2016.

Gugatan itu dibagi dalam tiga bagian, yakni pencemaran laut yang menghancurkan rumput laut milik petani, dampak pencemaran terhadap hasil tangkapan nelayan, dan dampat terhadap kesehatan warga di NTT.

Seperti diketahui, perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia menolak gugatan Daniel Sanda dan mengajukan keberatan kepada Pengadilan Federal Australia untuk menggugurkan gugatan itu.

Perusahaan minyak itu beralasan bahwa Daniel tidak berhak mewakili dan mengatasnamakan seluruh petani rumput laut di NTT.

Semua putusan hakim itu, lanjut Ferdi, didasari Peraturan Mahkamah Agung Northern Territory, yang mengakui hak perwakilan.

Kilang Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor meledak pada 21 Agustus 2009. Hal itu mengakibatkan pencemaran wilayah perairan budi daya rumput laut di 11 kabupaten dan satu kota di NTT.

Wilayah terdampak itu meliputi Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Kota Kupang.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password