breaking news New

Sekolah Negeri Bernasib Malang di NTT

Ruteng, kabarnusantara.net – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Rahong Utara (SMANSARU) merupakan salah satu sekolah yang terletak di Nanu, Rahong Utara, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. SMA Negeri ini berdiri sejak tahun 2011 silam.

Namun, hingga saat ini tak ada satupun gedung sekolah yang dibangun. Kegiatan belajar mengajar masih menggunakan Gedung Sekolah Dasar Khatolik Nanu, salah satu sekolah swasta di kecamatan Rahong Utara.
SMA ini didirikan sejak era kepemimpinan Credo (Christian Rotok dan Deno Kamelus) jilid satu. Hingga Credo jilid dua berakhir, sekolah ini tak kunjung memiliki gedung sendiri. Fasilitaspun masih jauh dari harapan. 

Meskipun kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, para guru maupun siswa tidak berhenti berupaya memperjuangkannya.

Telah beberapa kali tokoh masyarakat menemui pihak pemerintah daerah untuk meminta segera menentukan lokasi sekolah. Namun nihil, pemerintah tak meggubris dengan alasan mencari aman dan menunggu ada salah satu pihak yang legowo.

Lokasi sekolah tersebut sedang diperebutkan oleh dua kampung yaitu kampung Rongkam dan Kampung Purang. Upaya mediasi berkali kali dilakukan namun tak juga menemukan titik temu.

Walau penuh dengan keterbatasan, namun guru dan siswa semangat dan antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap hari. Kegiatan belajar mengajar dimulai dari pukul 12.15 hingga pukul 17.00 wita.

Menurut peraturan terbaru, pengelolaan SMA/SMK telah beralih ke tangan pemerintah propinsi. Peralihan pengelolaan didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pengganti UU Nomor 32 Tahun 2004 yang menyebutkan bahwa manajemen pengelolaan SMA dan SMK berada di tangan pemerintah provinsi. Sementara pemerintah kabupaten kota hanya menangani sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Mekanismenya diatur oleh kementerian dan sudah ditetapkan melalui UU.Nomor 23 Tahun 2014, dimana provinsi berhak mengambil alih SMA dan SMK. Undang Undang ini berlaku per januari 2017.

Peraturan baru ini menjadi alasan bagi pemda manggarai untuk melempar tanggungjawab dan mengelak dengan alasan bahwa pengelolaan SMA/SMK sudah bukan tanggungjawab pemda Manggarai.

Hingga saat ini kegiatan belajar mengajar siswa maupun guru masih menggunakan gedung sekolah SDK Nanu, kecamatan Rahong Utara.

Masyarakat berharap agar pemerintah provinsi segera mengambil keputusan untuk menentukan serta mengalokasikan dana pembangunan gedung sekolah tersebut agar guru dan siswa mampu menikmati fasilitas dan memperoleh hak hak mereka seperti halnya sekolah sekolah lain. (Teodorikus Hanpalam/KbN)

17 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password