breaking news New

Komunitas “Malam Puisi Depok” Hadirkan Napas untuk Puisi

Kabarnusantara.net – Ketika karya- karya puisi terlupakan dan dianggap mati disitulah ada kehidupan dari mereka yang membangkitkan.  Napas kehidupan dituangkan dalam ungkapkan dengan pikiran serta perasaan, disusun dengan kekuatan bahasa bersatu dengan struktur batinnya.

Sekelompok individu yang bersatu dalam Komunitas Malam Puisi Depok menghadirkan napas itu.

Seperti pantauan kabarnusantara.net, Sabtu (28/1) bertempat di Hot – Huisje Cafe, komunitas yang bermukim di Depok ini, membagi napas dalam puisi- puisi Wiji Thukul, yang terangkum dengan tema “Kepada Wiji Thukul”.

Rara Iswahyudi salah satu penggerak Malam Puisi Depok ketika dihubungi mengatakan acara ini dibuat khusus untuk Wiji Thukul.

“Moment saat ini adalah tepat untuk menghadirkan kembali ingatan kepada Wiji Thukul. Lewat puisi- puisinya, Gema Wiji Thukul harus terus menggaung”, ungkap Rara.

Lanjutnya, sesuai dengan moto Malam Puisi Depok, “Datang, Dengar, dan bacakan puisimu!”, orang- orang yang hadir diberi kebebasan berekspresi entah itu melalui puisi yang diciptakan sendiri, ataupun puisi- puisi lainnya.

“Kami menghadirkan rasa memiliki kepada setiap orang, termasuk puisi. Mereka boleh membaca puisi- puisi ciptaan sendiri, atau pun puisi dari penyair lainnya”, tambah Rara.

Antusias masyarakat akan kehadiran komunitas ini pun terbilang sangat positif. Dari awal orang- orang yang awam soal puisi jadi tergerak untuk mencintai puisi.

“Ketika kita datang ke sini dan pulang tanpa membaca puisi, terasa ada yang mengganjal di hati”, ungkap Fransiskus Sena, salah satu mahasiswa yang turut hadir malam itu.

Menyinggung soal kendala, Rara Iswahyudi mengatakan, dukungan pemerintah terhadap komunitas- komunitas  literasi terkhusus Malam Puisi Depok terlihat begitu lamban.

“Kehadiran Malam Puisi Depok sudah begitu lama, tetapi baunya baru tercium. Pemerintah dalam hal ini, Dewan Kesenian Depok baru mengetahui kalau ada komunitas seperti ini”, cerita Rara.

Harapannya, semoga untuk ke depannya Malam Puisi Depok bisa mendapat dukungan dari segala elemen baik itu masyarakat sendiri, pemerintah dan lainnya, sehingga Malam Puisi Depok tetap menghadirkan napas puisi yang membangkitkan kreatifitas dan imajinasi. 

Malam Puisi Depok sendiri adalah komunitas literasi yang berdiri pada bulan November 2013. Bermodalkan individu- individu pencinta puisi yang lahir dari berbagai profesi yang berbeda mereka berkumpul menjadi satu komunitas.(RR/KbN)

10 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password