breaking news New

Marak Aksi Jual Tanah Ke Pihak Asing, FPMG Pasang Plakat “Tanah Sengketa”

LABUAN BAJO, KabarNusantara.Net – Status kepemilikan tanah di wilayah penyangga utama Taman Nasional Komodo masih menyisakan banyak persoalan. Hal itu diperparah dengan maraknya aksi jual tanah ke pihak investor dan bahkan ke warga negara asing.
Seperti yang terjadi di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sedikitnya 26 warga Golo Mori yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Golo Mori (FPMG) melakukan pemasangan Plakat yang bertuliskan “Tanah Sengketa” di atas lokasi tanah milik umum yang diduga diklaim sejumlah pihak sebagai tanah milik mereka.

Pemasangan plakat tersebut dilakukan pada Minggu, 29/1/2017 lalu.

Kepada Kabarnusantara.net, Rabu, 1/2/2017, melalui pesan singkat, Ketua FPMG, Muhamad Sahadun mengatakan kegiatan pemasangan plakat di lokasi tanah sengketa merupakan sebuah kekuatan bagi pihaknya dalam perjuangan karena status tanah tersebut belum menjadi milik perorangan.

“Tanah tersebut masih berstatus tanah milik umum atau Tanah Ulayat Masyarakat Golo Mori, apalagi di lokasi yang diklaim sebagai wilayah kepemilikan orang per orang itu benar-benar tidak ada bukti fisik di dalamnya,” ujar Sahadun.

Dikatakan Sahadun, lokasi tanah sengketa yang dipasang plakat “Tanah Sengketa” diantaranya Baro Langka, Watu Ngentok, Tondong Kembo, Sai Lajar, Wae Kilit, Wae Santi, Bolong Bakar, Sapang Mese, Like Pael Manuak, Sapang Koe, Tondong Wae Ri’i dan Tondong Pota Lenteng.

“Sebelumnya ada oknum warga Golo Mori yang menjual tanah ini ke investor dengan pengakuan bahwa tanah ini pernah di garap dan ada bukti fisiknya,” tandas Sahadun.

Ia juga berharap agar warga Golo Mori tidak mudah menjual tanahnya kepada pihak luar. (Jahidin/Alfan/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password