breaking news New

Longsor dan Tanah Retak Landa Dintor, 2 Rumah Rusak Berat

RUTENG, Kabarnusantara.net – Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai beberapa pekan terakhir mengakibatkan tanah longsor dan tanah retak di Kampung Dintor, Dusun Bandang, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai Provinsi NTT, pada Rabu dini hari, 1/2/2017.

Dalam laporan anggota Bhabinkamtibmas Desa Hilihintir, Kec Satar Mese Barat, Brigpol Arsel Liunima yang bersama Tim Kecamatan Satar Mese Barat meninjau lokasi bencana longsor tersebut, menuturkan sebelum kejadian longsor hujan deras mengguyur kampung Dintor dan sekitarnya selama dua hari dua malam.

Hujan yang tak berhenti mengguyur wilayah pesisir Pantai Selatan Flores itu terjadi sejak Selasa, 31 Januari 2017 hingga Rabu, 1 Februari 2017.

Pada mulanya, tutur Arsel, terjadi bunyi ledakan tanah tebing di pusat kampung Dintor, seperti ledakan bom.

Mendengar bunyi ledakan itu, Pius Pele bersama istrinya Emilia Nur pun terbangun dari tidur dan langsung melihat ke kamar belakang rumah mereka.

Karena banyaknya tanah berlumpur yang berhamburan di dalam rumah, mereka pun bergegas lari keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri menuju rumah tetangga mereka, Marten Anggo. 

Akibat dari kejadian tanah longsor tersebut, tidak terdapat korban jiwa, namun dua Kepala Keluarga yang mengalami kerugian harta benda senilai kurang lebih Rp. 350 Juta.

Pius Pele mengalami kerugian berupa; rumah tinggal yang mengalami rusak berat di ruang makan dengan ukuran 6x7m, dapur permanen seluas 3x5m, 1 rumah mesin generator, 1 unit generator, rumah tandan air dengan fiber 2000 liter, 1 unit laptop, 2 printer, 1 unit TV, 1 buah lemari pakian, 1 kandang ayam permanen ukuran 4x4m, 29 ekor ayam, 1 kolam ikan mas ukuran 4x4m, 1 buah kaca solar cel, 1 buah Ac dan seluruh perabot dapur yang tertimbun tanah longsor.

Taksasi kerugian keluarga Pius Pele diperkirakan mencapai Rp. 300 juta.

Selanjutnya korban kedua, keluarga Bahrun dengan kerugian harta benda berupa; 1 unit dapur permanen ukuran 3x4m, 1 kamar mandi permanen, 2 ekor kambing, 1 unit mesin generator dan 1 pukat ikan yang tertimbun longsor dengan taksasi kerugian mencapai Rp.50 juta.

Material tanah longsor itu juga telah menutupi seluruh jalan utama Narang – Borik maupun jalur Dintor – Denge sebagai satu-satu jalur jalan menuju objek wisata Wae Rebo.

Tumpukan material longsor itu dapat menghambat jalur transportasi darat di daerah tersebut.

Tindakan yang dilakukan pihaknya selaku Anggota Bhabin berkordinasi dengan Pemerintah Desa Satar Lenda dan menghimbau warga korban untuk mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman demi menghindari longsor susulan.

“Apalagi hingga kini, hujan masih terus melanda wilayah itu. Kami bersama warga sekitar membersihkan sisa tanah longsor di atas jalan dengan alat seadanya agar kendaraan roda dua dapat melintasi wilayah itu. Sedangkan kendaraan roda empat belum bisa melewati jalur tersebut,” tandasnya.

Kedua Kepala Keluarga yang menjadi korban hingga kini mengungsi ke rumah tetangga yang dirasa aman.

Sementara itu, salah seorang korban bencana tanah longsor dan tanah retak, Pius Pele berharap Pemerintah Daerah dapat segera memberi mereka bantuan untuk meringankan beban mereka selaku korban bencana tanah longsor di wilayah itu.(Alfan Manah/Hip/KbN)

153 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password