breaking news New

Preferensi Politik Pemilih Urban

Pilkada DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Bagaimana preferensi politik pemilih urban? 

Preferensi politik pemilih urban memberikan pembedaan yang tersendiri dalam menentukan pilihan. Hal ini tentu didasarkan pada tingkat pengetahuan dan pluralitas pemilih. 

Pemilih urban biasanya memiliki alasan tersendiri dalam menentukan pilihan. Misalnya, mereka menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak (track record) sang calon.

Hal tersebut memberikan pengaruh yang signifikan untuk menentukan pilihan. Selain itu, pemilih urban juga menentukan pilihan berdasarkan tawaran program yang menjawab tantangan atau kebutuhan mereka. 

Hal tersebut bisa terlihat dalam pemaparan visi dan misi setiap calon dalam debat publik maupun kampanye terbuka.

Perubahan dinamika pemilih urban terlihat saat setelah dilaksanakan debat kandidat.  

Kita melihat bahwa ada trend atau kecendrungan naik dan turunnya elektabilitas masing-masing calon.

Dalam konteks Pilkada DKI Jakarta, kita melihat bahwa trend kenaikan dan penurunan elektabilitas setiap calon pasca debat kedua begitu terasa. 

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei Charta Politika periode 17-24 Januari 2017 menunjukan bahwa elektabilitas Ahok-Djarot 36,8%, Anis-Sandi 27% dan Agus-Sylvi 25,9%. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebesar 10,3%.

Dengan demikian, kita melihat bahwa masih terdapat 10,3% pemilih yang sedang menanti debat terakhir untuk menentukan kemana mereka akan memberikan suaranya.

Debat terakhir menjadi momentum penting bagi setiap kandidat sebagai the last battle untuk meyakinkan pemilih Jakarta bahwa mereka mempunyai alasan yang kuat untuk dipilih memimpin Jakarta 5 tahun ke depan.

Sangat menarik bagi publik DKI Jakarta untuk menantikan debat kandidat terakhir pada tanggal 10 Februari 2017 mendatang.

Sekali lagi debat terakhir akan mampu memberikan tambahan dukungan bagi calon yang mampu memaparkan programnya secara konkrit dan rasional dan sebaliknya bisa mengurangi dukungan bagi calon yang tidak mampu menjelaskan program secara jelas dan konkrit. 

Oleh: Wempy Hadir 

Direktur Komunikasi dan Publikasi  INDOPOLLING NETWORK

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password