breaking news New

Dua Rumah Warga Desa Salama Dilaporkan Tertimpa Longsor, Bantuan Pemerintah Sifatnya Tanggap Darurat

RUTENG, Kabarnusantara.net –
Bencana tanah longsor dilaporkan menimpa dua rumah warga Wae Selung, Dusun Wae Nggorong, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten Manggarai akan turun membantu para korban namun bantuan tersebut bersifat tanggap darurat.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Marsel Berahi kepada wartawan, Sabtu, 4/2/2017 di Kantor BPBD di Ruteng.

“Kami telah mendapat laporan dua warga Desa Salama rumahnya tertimpa longsoran yaitu Hendrikus Jaya dan Yohanes Liwung,” ujarnya.

Soal penanganan yang akan dilakukan pihak BPBD, ujar Berahi, sifatnya bantuan tanggap darurat, bukan ganti rugi.

“Senin 6 Februari kami akan turun memberi bantuan tanggap darurat kepada dua warga itu. Bantuan pemerintah sifatnya tanggap darurat bukan ganti rugi,” ujarnya.

Pihak BPBD, ujar Berahi, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk segera memberikan bantuan berupa beras dan makanan lainnya, selimut, dan juga Bahan Bangunan Rumah.

Sementara itu, Humas Polres Manggarai, Daniel Jihu mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya dari Polsek Reo, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi bencana tanah longsor tersebut.

“Bencana tanah longsor sudah terjadi pada hari Sabtu 28 Januari 2017, sekitar pukul 20.00 WITA yang mengakibatkan rumah Hendrikus Jaya rusak berat. Namun kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada pemerintah desa setempat,” terangnya.

Saat kejadian, tutur Jihu, Hendrikus Jaya sekeluarga sedang makan malam. Dari arah belakang rumah mereka terdengar bunyi seperti ledakan. Tiba-tiba rumah mereka tertimpa material longsoran hingga miring. Mereka pun lari berhamburan keluar rumah lewat pintu depan.

Pemerintah desa, ujar Jihu, baru mendapat laporan bencana pada Sabtu 04 Februari 2017 setelah kembali terjadi longsor susulan yang mengakibatkan rusaknya rumah milik Yohanes Liwung.

Pada Sabtu 04 Februari 2017, sekitar pukul 04.30 WITA, rumah Yohanes Liwung yang posisinya sejajar dibawah rumah milik Hendrikus Jaya kembali mengalami longsor susulan.

Saat kejadian, Yohanes Liwung sedang tertidur lelap. Beruntung sang isteri Anastasia Juji baru saja terbangun dari tidur. Tiba tiba dari arah belakang rumah terdengar suara ledakan. Anastasia pun membangunkan suaminya dan mereka berdua pun menyelamatkan diri keluar rumah melalui jendela kamar.

“Sementara kedua keluarga korban mengungsi di rumah tetangga. Sedangkan kondisi rumah rusak total,” ujar Jihu.

Berdasarkan identifikasi kerusakan yang dilakukan pihak kepolisian, barang milik Hendrikus Jaya yang rusak berupa dua buah tempat tidur dan kasur, dan satu buah lemari.

Selain itu, barang milik Yohanes Liwung yang rusak berupa peralatan dapur, 4 buah kasur, 1 buah lemari pakaian, 30 kg beras, 2 karung padi, dan uang tunai Rp. 1.000.000.

“Diperkirakan total kerugian yang dialami Hendrikus Jaya sebesar Rp. 30.000.000. Sementara Yohanes Liwung diperkirakan mengalami kerugian Rp. 35.000.000,” kata Jihu.

“Untuk sementara mereka diungsikan ke rumah warga yang lebih aman mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” tandas Jihu.

Pantauan Kabarnusantara.net, hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai dan sekitarnya. Karena itu, warga dihimbau tetap waspada. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password