breaking news New

Ketika Rok Mini Semakin Mini

Kabarnusantara.net – Mungkin sebenarnya ini hal yang tidak penting untuk dibahas. Apalagi oleh lelaki seperti saya, bukan karena tak sudi, ataupun enggan peduli, tetapi jujur saya begitu terlihat takut berbicara soal pakayan, apalagi itu menyangkut pakayan wanita.

Berhubung jaman yang terlihat memaksa akhirnya saya putuskan untuk mengambil tindakan, harus dibicarakan!.

Rok mini di jaman sekarang benar- benar leluasa berkembang, hal ini dipicu juga dengan semakin banyaknya peminat, terutama kaum muda (tak menutup kemingkinan kaum ibu- ibu). Tak bisa kita pungkiri pula, 10% aksi kejahatan juga (dalam hal ini pemerkosaan) bisa kita katakan berawal dari rok mini.

Segala fenomena tentang rok mini memang penuh misteri, entah membuat kita bisa bermimpi ataupun berlari bebas dan kencang.

Tapi, sebenarnya tahukah kalian, kapan rok mini berkembang fenomenal? Dan dengan maksud apa rok mini dibuat?

Sejarah Perkembangan Rok Mini

Sejak 1958, desainer dan ikon mode Inggris Mary Quant, membuat rok yang semakin pendek. Hal ini dilakukan dengan maksud sebagai hal yang praktis dan membebaskan, yang memungkinkan perempuan makin bergerak dengan leluasa, bahkan saat mengendarai kendaraan.

Rok mini juga dikembangkan oleh desainer Prancis Andr Courr ges (lahir 1923) dan desainer Inggris John Bates (lahir 1938), sehingga ada ketidaksepakatan mengenai siapa yang memiliki ide pertama mengenai rok mini. Namun, Mary Quant-lah yang dianggap berperan besar mempopulerkan rok mini.

Dalam tulisan Helen Reynolds Mode dalam Sejarah: Gaun dan Rok, menjelaskan “Pada 1960-an terjadi perubahan drastis, dahulu Mary Quant mempopulerkan rok mini yang memamerkan lebih banyak bagian-bagian kaki, akan tetapi sejak 1960 -an para desainer mengekspos hampir setiap bagian tubuh, termasuk bagian perut, dan muncul tren pakaian serba terbuka.”

Menyangkut rok mini lagi- lagi memunculkan misteri. David Derbyshire dalam www.dailymail.co.uk, 12 November 2007, asal-usul rok mini kembali ke awal peradaban. Para arkeolog menemukan bukti bahwa perempuan pada Zaman Batu menggunakan rok mini –bersama dengan atasan pendek dan gelang– lebih dari 7.500 tahun yang lalu. Serangkaian patung-patung batu mengenakan busana prasejarah digali di salah satu desa tertua di Eropa –sebuah komunitas yang terletak antara sungai-sungai, gunung dan hutan di daerah yang sekarang selatan Siberia.

Adapula yang mengatakan seperti dilansir website www.randomhistory.com dalam tulisan Fashion Revolution: A History of the Miniskirt, tahun 1960-an adalah dekade revolusi dan perubahan, di mana terjadi banyak peristiwa seperti Apollo 11 menjadi kapsul pertama yang mendarat di bulan, Undang-Undang Hak Sipil di Amerika diberlakukan pada 1964, Vietnam berkecamuk, Beatle mania sedang menyapu dunia, pil KB menekan pasar, dan kultus baru dari kaum muda, yang dikenal sebagai “Youthquake”. Di antara peristiwa- peristiwa itu rok mini pun muncul sebagai salah satu ikon yang paling abadi dan kontroversial.

Kesadaran Feminisme

Kesadaran feminisme juga membuka jalan bagi cara yang berbeda untuk perempuan.Pada 1960, protes-protes pemuda dan tuntutan untuk mengekspresikan diri mengungkapkan bahwa orang dewasa muda memperoleh kesadaran diri sebagai kelompok yang berbeda dan terpadu yang mampu menanggapi peristiwa politik dengan cara berbeda dari orangtua mereka. Anak-anak muda merasa tidak lagi butuh untuk mengikuti aturan moralitas borjuis dan tata krama, yang mereka anggap berstandar ganda. Karena entitas politik muda memperoleh suara, mereka menciptakan ruang untuk busana baru dan khas yang mencerminkan pandangan politik mereka sendiri –bukan orangtua mereka.

Pada 1963, Betty Friedan menerbitkan The Feminine Mystique yang mendekonstruksi mitos ibu rumah tangga bahagia dan menyatakan keinginan perempuan untuk mengeksplorasi peran dan potensi mereka. Selain itu, pada 1960-an menunjukkan peningkatan perempuan masuk universitas dan memasuki dunia kerja. Gambaran seorang perempuan mulai bergeser secara dramatis dari seorang istri dan ibu menjadi seorang gadis, muda lajang, riang dan bangga akan seksualitasnya dan percaya diri dengan kekuatannya. “Rok mini akan mengungkapkan dan berfungsi sebagai alat untuk gerakan perempuan yang sedang bertumbuh,” tulis Random History.

Penerimaan Rok Mini

Untuk sebagian besar rok mini telah diterima di dunia Barat, namun tidak semua negara dan budaya menerima rok mini. Di banyak negara Afrika, rok mini dilihat tidak hanya sebagai pengaruh yang merusak dari Barat tetapi juga dari dunia modern. Misalnya, di Tanzania pada tahun 1968, seorang pelayan bar yang mengenakan rok mini dilempari batu oleh massa, dan politisi berpendapat bahwa penyebaran HIV/AIDS akan dapat dihentikan jika perempuan berhenti memakai rok mini.

Dalam Ali Syariati: Biografi Politik Intelektual Revolusioner karya Ali Rahnema diceritakan ketika Ali Syari’ati mengajar di Husyaimiah Irsyad, lembaga pendidikan pengkajian Islam, yang kelak menjadi wadah pembinaan kader militan pemuda-pemuda revolusioner Iran. Irsyad tak mempermasalahkan mengenai pakaian. Mahasiswinya dapat melenggang tanpa cadar atau kerudung kepala. Namun fakta ini membuat marah marah kaum ulama tradisional.Menurut mereka perempuan tanpa cadar dan kerudung apalagi rok mini melapangkan jalan bagi kerendahan moral dan pelacuran.

Syari’ati akhirnya kehilangan kesabarannya mengenai rumor baju perempuan yang tidak pantas dan kelalaian moral. 

Suatu ketika setelah kuliahnya, seseorang mendekatinya dan berkat, “Doktor Ali Syari’ati, Anda selalu berbicara mengenai Islam, namun apakah Anda sadar mengenai fakta bahwa para gadis yang datang ke sini dalam rok mini?” Syari’ati meledak suaranya, “mengapa Anda mempercakapkan omong kosong ini bagaimana pun juga jika mereka berpakaian mini mengapa Anda menatapnya?”.

Perkembangan rok mini dari masa ke masa memang fenomenal. Apakah akan terus rok mini akan tetap menjadi mini?(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password