breaking news New

Sajak Untuk Tuan Anggota Dewan Yang Selalu Baper dan Berpuisi

Setelah tuan F.Z. membuat puisi “Sang Penista”. Saya jadi tergugah hati untuk mencoba membalas puisi si tuan tukang baper ini. Karena puisi yang dilontarkan oleh tuan ini saya rasa bernuansa politis dan bikin memperkeruh suasana.


“Sang Pendusta”


Katamu buming bertebar di dunia maya.

Tukang koar kembali berlaga.

Berlontar nista mulut berbusa.

Kau balikan fakta jadi rekayasa.


Curhatmu selalu membuat kuping resah.

Yang melihat jadi gundah.

Bersajak tunggangi jargon agama.

Umat terluka kau jual namanya.


Sang pendusta kapan kau sadar.

98 kau koar koar menyambar.

Setelah perutmu besar.

Kau terdiam menabur hambar.


Pendusta,yang penuh dengki.

Jagoannya keok oleh demokrasi.

Tak terima kaupun bangga jadi oposisi.

Membenci rezim karena tak lagi dapat porsi.


Dulu kau lontarkan sajak tukang gusur.

Kini kau berulah lagi untuk bertempur.

Kuladeni dengan karya yang berkultur.

Kuharap dirimu jangan kabur.


Pendusta yang sudah berumur.

Bepuisi kumur kumur sejenaklah tidur. 

Biar bangun langsung dagang sayur.

Niscaya bangsa aman rakyat akan makmur.


Wahai kau pendusta gagal move on.

Sang provokator kelas karton.

Demi si bos berkuda kau rela jadi pion.

Kuingatkan dirimu belajarlah dari kota London.


Teodorikus Hanpalam

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password