breaking news New

Bocah Laki-laki Ditemukan Tewas di Lubang Kakus

BORONG, Kabarnusantara.net-
Sesosok mayat bocah laki-laki ditemukan tewas di lubang kakus di Podol, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur Provinsi NTT, pada Senin, 13/2/2017, sekitar pukul 15:24 WITA.
Mayat yang kemudian dikenal bernama Josisius Jehadut itu baru berusia 4 tahun.

Anak dari pasangan Markus Amir (32) Maria Goreti Mita (35), tewas tenggelam di lubang kakus yang baru saja digali dan dipenuhi genangan air hujan.

Dalam kronologis yang diperoleh dari Humas Polres Manggarai, dituturkan pada mulanya sekitar pukul 14.30 Wita, sang ibu, Maria memandikan Josisius dirumahnya. Setelah itu Maria pergi ke rumah tetangganya Antonius Niko yang letaknya berhadapan dengan rumah mereka untuk menitipkan adik Josisius yang masih menyusui karena Maria hendak pergi mandi dan mencuci pakaian di sungai Wae Leong yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah mereka.
Sedangkan Josisius tidak dititipkan di tetangga, ia disuruh bermain saja di dalam rumah.

Setelah itu, Maria meninggalkan rumah menuju sungai hendak mandi dan mencuci pakaian. Waktu itu sekitar pukul 14.45 Wita.

Setelah selesai mandi dan mencuci, Maria pun pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Maria memanggil dan mencari Josisius namun Maria tidak mendapatkan jawaban.

Maria pun bergegas menuju ke rumah Antonius sekalian mengambil adik Josisius yang dititipkan tadi, tetapi Antonius tidak mengetahui keberadaan Josisius.

Setelah mencari-cari sambil memanggil di sekeliling rumah, Maria pun mendapati anaknya Josisius sudah terapung di dalam lubang kakus (WC) yang sudah dipenuhi air hujan.

Dalam lubang kakus tersebut sekitar 1,5 meter. Jarak antara rumah dan lubang kakus tersebut sekitar 3 meter.
Melihat anaknya sudah terapung dan tidak bernyawa lagi, Maria pun menangis histeris sambil mengangkat korban dari dalam lubang tersebut dan dibawah ke rumah.Mendengar tangisan Maria, tetangga di sekitar pun berdatangan.

Lubang kakus tempat ditemukan mayat korban merupakan lubang kakus baru dan belum digunakan, dengan dalam sekitar 1,5 meter dan air memenuhi lubang tersebut.

Hasil penyelidikan sementara, diduga korban hendak menyusul mengikuti sang ibu, namun na’as menimpa, korban jatuh terpeleset dilubang kakus. Apalagi jalan menuju sungai tempat sang ibu mandi melewati lubang kakus tersebut dan jalannya licin.

Pihak kepolisian sudah menghimbau keluarga korban agar kmdilakukan Visum Et Repertum oleh tenaga medis, tetapi keluarga korban menolak dan menerima kejadian tersebut dengan iklas.

“Besok, Selasa, 14 Februari 2017, pihak Kepolisian Unit Reskrim Polsek Kota Komba akan menyerahkan Berita Acara penolakan otopsi dan Berita Acara penyerahan jenazah untuk ditanda tangani keluarga korban,” tandas Jihu. (Alfan Manah/Hip/ KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password