breaking news New

Bupati Deno Ajak Semua Pihak Bangun Rekonsiliasi, Lupakan Sekat Politik Pilkada

RUTENG, Kabarnusantara.net-Kami paham benar bahwa perbedaan pilihan sedikit mengganggu suasana persaudaraan dan kebersamaan kita selama ini. Oleh karena itu, kita butuh suatu rekonsiliasi, sebuah upaya nyata untuk menghidupkan kembali suasana persaudaraan dan kebersamaan, tanpa ada lagi sekat karena perbedaan pilihan dalam politik Pilkada yang lalu. Mari kita bangun rekonsiliasi dan lupakan sekat-sekat Politik dalam Pilkada.

Demikian disampaikan Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus,SH,MH, pada pelantikan Camat Satar Mese Utara dan Camat Lelak di Langke Majok, Selasa, 14/2/2017.

“Saya dan pa Victor ingin menyampaikan kepada seluruh rakyat di Kecamatan Satar Mese Utara dan Kecamatan Lelak bahwa kita sudah melewati pesta demokrasi Pilkada untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Manggarai pada tahun 2015 lalu. Dalam demokrasi, perbedaan pilihan itu merupakan hal yang biasa dan lumrah. Perbedaan pilihan itu merupakan konsekuensi logis dari sebuah demokrasi,” ujarnya.

Namun demikian, ujar Deno, agar rekonsiliasi dimaksud dapat dilakukan dengan baik dan sukses, sesungguhnya dibutuhkan beberapa nilai dalam diri kita semua, seperti kedewasaan, keikhlasan hati nurani, kerelaan, kerendahan hati, keterbukaan dan kejujuran serta keberpihakan kepada kepentingan bersama.

“Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter kenegarawanan kita. Seseorang disebut sebagai negarawan kalau sikap dan pandangan politiknya lebih mementingkan kepentingan rakyat, kepentingan banyak orang, kepentingan pembangunan, kepentingan tegaknya hukum, kepentingan Negara yang utuh dari pada mementingkan suku, mementingkan agama, apalagi mementingkan kepentingan pribadi dan wilayahnya,” ujar Doktor Hukum Tata Negara itu.

Dikatakannya, ketika rakyat Satar Mese Utara dan Lelak memilih Bupati dan Wakil Bupati dengan alasan melanjutkan pembangunan, pada saat itulah saudara-saudara disebut sebagai Negarawan yang berpikir tentang kepentingan yang lebih luas dari pada kepentingan pribadi.

Pada titik ini, lanjut Deno, kita mesti sepakat, bahwa saya dan pa Victor, maupun anda semua ikut mengatakan bahwa rakyat Manggarai bukan saja cerdas secara politik, tetapi juga, mereka adalah negarawan. Karena itulah saya dan pa Victor menyampaikan dari hati yang paling dalam kepada anda semua ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas sikap kenegarawanan anda semua dalam Pilkada yang lalu.

“Saya mengajak kita semua untuk membebaskan diri dari belenggu dan dari sekat-sekat kepentingan. Dan dengan ikhlas menerima realitas hasil Pilkada. Kami berdua sadar betul bahwa, realitas hasil Pilkada itu sampai dengan saat ini, mungkin belum diterima oleh sebagian besar rakyat Manggarai umumnya, khususnya di Satar Mese Utara dan Lelak,” ujar Deno.

Akan tetapi, pihaknya juga yakin bahwa dengan kebesaran hati dan niat yang tulus dan dengan bantuan kerahiman Illahi, kita dapat melewatinya dengan optimisme yang tinggi.

Ia juga mengajak agar semua pihak saling memaafkan dan bergandengan tangan serta bahu-membahu melanjutkan pembangunan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Manggarai.

“Sengaja memang saya mengambil keputusan untuk melantik camat-camat ini tidak di Ruteng, tetapi dilantik di Kecamatan masing-masing. Hari ini saya akan melantik empat orang camat. Di sini saya lantik Camat Lelak dan Satar Mese Utara, di Narang akan saya lantik Camat Satar Mese Barat dan Camat Satar Mese,” ujarnya.

Pada saat saya putuskan pelantikan dilaksanakan di Kecamatan, saat pelantikan ini juga wajib dihadiri oleh para Kepala Desa, Sekdes, Ketua BPD atau anggota BPD, semua unit-unit yang ada di kecamatan, dan tokoh masyarakat yang ada di 2 kecamatan ini.

Semuanya itu tentu ada tujuannya, saya mau supaya pelantikan camat ini juga didengar dan disaksikan oleh para Kepala Desa, oleh Ketua BPD, oleh Sekretaris Desa, karena dalam pikiran saya, mereka-mereka itulah merupakan bagian-bagian dari struktur kepemerintahan pada tingkat yang paling rendah, merupakan ujung tombak untuk pembangunan Manggarai ini.

Kalau hari ini kita bicara rekonsiliasi, maka saya ingin tekad ini juga menjadi tekad kita bersama, menjadi tekad dari kepala desa, sekretaris desa, tekad dari BPD, menjadi tekad dari camat, menjadi tekad dari Bupati dan kita semua.

Oleh karena itu, kalau hari ini saya secara eksplisit mau menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat di 2 kecamatan ini karena telah mengambil bagian dalam proses pemilihan Kepala Daerah yang lalu, dan juga pada hari ini, saya juga mau menyatakan bahwa marilah kita rajut kembali persaudaraan yang mungkin saja pada waktu itu terganggu karena beda pilihan.

Tidak ada gunanya kita berpikir lagi ke belakang, mari kita berpikir ke depan. Mari kita membangun Manggarai ini. Masih banyak tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan.

Saya berharap semangat ini akan menjadi semangat kita semua termasuk semangat dari para Kepala Desa, khususnya juga bagi para Kepala Desa yang baru saja dipilih dalam Pilkades serentak 1 November 2016 lalu.

Saya kira suasana tidak terlalu berbeda jauh dengan Pilkada kemarin, sama. Tetapi saya minta kenegarawanan saudara-saudara untuk kemudian merangkul kembali semua saudara yang berbeda pilihan.

“Saya minta dengan sangat ini. Karena hanya dengan semangat persaudaraan, semangat kebersamaan, dan gotong royong, maka saya kira apa pun masalahnya akan kita selesaikan dengan baik,” tandasnya.(Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password