breaking news New

2017, Tata Tertib Diberlakukan Untuk Seluruh ASN Hingga Pelosok Desa dan Unit Kerja

RUTENG, Kabarnusantara.net Bupati Manggarai, Deno Kamelus komit memberlakukan Tata Tertib Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga ke seluruh pelosok desa dan unit kerja.

Dalam sambutannya pada acara Pelantikan Camat Satar Mese Utara dan Camat Lelak di Langke Majok, Selasa, 14/2/2017, Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengatakan mulai tahun 2017 ini, tata tertib ASN sudah harus diberlakukan hingga ke pelosok desa dan unit-unit kerja di Kecamatan dan desa dan bahkan ke seluruh ASN.

Karena itu, tegas Deno, tugas Camat dalam hal ini adalah memastikan terwujudnya disiplin kerja ASN dengan membangun sistem pengawasan yang efektif.

“Khusus mengenai pembinaan dan pengawasan ini, pada tahun pertama saya dengan pa Victor secara khusus memprogramkan Disiplin Aparatur Sipil Negara sebagai tindak lanjut dari Misi ke lima, yaitu Penegakkan Supremasi Hukum, HAM dan Kesetaraan gender,” ujarnya

Untuk mewujudkan harapan ini, ujar Deno, pada bulan Juni 2016, ia sudah menandatangani SOP. Antara lain di dalamnya adalah tertib masuk kerja, yang ditandai dengan adanya daftar hadir.

“Untuk siapa, untuk seluruh ASN. Siapa itu ASN, PNS dan Pegawai-pegawai lain yang mendapat gaji dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, dan APBN,” tegasnya.

Untuk memastikan tertib masuk kerja, sejak Bulan Juni 2016, setiap ASN wajib isi daftar hadir tanpa terkecuali.

Menurut Deno, ia sudah katakan itu pada rapat koordinasi dengan para Camat beberapa waktu yang lalu, supaya tertib ASN itu menjangkau seluruh pelosok-pelosok desa. Kedua, menjangkau seluruh ASN yang bekerja di mana saja, entah itu Guru, Pegawai Dinas Kesehatan, Penyuluh Pertanian Lapangan, dan Mantri Tani.

Penegasan soal tertib ASN harus diberlakukan ke seluruh unit-unit sebagai bagian dari struktur perangkat daerah, seperti di kecamatan ada Unit Pelaksana Teknis Daerah, ada Puskesmas, dan ada Puskeswan.

“Ini saya tegaskan yah. Saya undang Kepala Desa, Sekretaris Desa dan BPD tentu ada maksudnya. Dan mereka hadir. Dasarnya PP 53 Tahun 2010, Tentang Disiplin PNS, kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Bahwa kemudian pada jaman saya dengan pa Victor baru kita mulai, iya. Bahwa kemudian saya dianggap sebagai orang yang keras dan arogan karena saya menggunakan aturan itu, saya katakan saya tidak keras. Ini aturannya jelas. Lalu saya menggunakan aturan itu sebagai kaidah untuk mengatur perilaku ASN,” ujarnya.

Karena ketegasan itu, lanjut Deno, lalu dianggap sebagai orang yang arogan.

Menurutnya, bukan ia yang arogan dalam hal ini, tetapi ASN yang tidak mau diatur yang arogan.

Kalau mau bebas, tegas Deno, jangan jadi ASN. Termasuk para Sekretaris Desa wajib masuk kantor karena saudara ASN yang wajib masuk kantor.

“ASN juga diwajibkan isi jurnal harian. Bupati saja isi jurnal harian, apa yang dikerjakan hari ini, tulis di jurnal harian. Tidak boleh isi jurnal di computer, tetapi ditulis tangan. Kalau kita masuk kantor, kita kerja, kita bisa berbuat sesuatu untuk rakyat,” tandasnya.(Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password