breaking news New

Habiskan 177 Juta Anggaran APBN, Proyek Cekdam dan Irigasi  Wae Jondo-Komodo Mangkrak

Labuang Bajo, Kabarnusantara.net  Proyek Pembangunan Cekdam  dan Saluran Irigasi  Wae Jondo di Desa Golo Mori, Kec. Komodo, Kabupten Manggarai Barat mendapatkan alokasi ADD APBN sebesar Rp 177.430.642,-. Alokasi APBN tersebut merupakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2016. Namun, pembangunan irigasi dan cekdam tersebut terhenti dengan alasan yang tidak jelas.

Forum Peduli Masyarakat Golo Mori (FPMG) menduga adanya penyalahgunaan anggaran dalam proyek tersebut. Karena itu, mereka berkonsultasi dengan DPRD Kabupaten Manggarai Marat (Mabar) agar ditindaklanjuti ke Kepala Dinas BPMD.

“Untuk temuan sementara Bulan Januari ini, kita konsultasi dengan seorang dewan di DPRD Kabupaten Manggarai Barat, sehingga dia menyampaikan ke kepala dinas BPMD,” ungkap Frans Mana, Sekretaris FPMG kepada kabarnusantara.net.

Menindaklanjuti konsultasi warga Desa Golo Mori tersebut, tim dari dinas BPMD turun memantau realisasi pembangunan proyek tersebut namun tidak ada perkembangan lebih lanjut.

“Saya tidak tahu kapan timnya turun ke lokasi. Tanggalnya saya tidak tahu. Tapi tim dari Dinas BPMD sudah turun. Entah bagaimana realisasinya sekarang sampai dengan tanggal 13 Februari 2017 ini, tetap saja begitu adanya di sana,” jelasnya.

FPMG juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami minta kepada pemerintah atau dinas-dinas terkait yang berkompeten di dalam pengawasan dana APBN ini, tolong cek kembali ke lokasi Selokan Cekdam ini,”tutur Frans D. Mana.

Temuan Forum Peduli Masyarakat Golo Mori (FPMG) menyampaikan bahwa proses pengerjaan proyek tersebut masih banyak yang terbengkalai. Dari total panjang  keseluruhan 200 meter yang baru dikerjakan hanya 70 meter itu pun belum tuntas.

“Kalau cekdam kita lihat sudah selesai pekerjaannya sedangkan selokan hanya 70 meter lari dari yang seharusnya 200 meter lari. Sedangkan dari 70 meter lari ini hanya dinding tembok saja sedangkan plesternya dan lantainya tidak,” papar Frans.

Dampak dari pekerjaan Selokan yangg tidak mencapai proggres ini meresahkan petani Dusun Compang Desa Golo Mori. Pelaksana Kegiatan Proyek yang terletak di Dusun Compang tersebut merupakan Tim Pengelola Kegiatan Desa Golo Mori. (Jahidin/Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password