breaking news New

Seminar Tahunan Standard Chartered Adopsi Pendekatan Berbasis Skenario dalam Menavigasi Tahun 2017

BANDUNG, Kabarnusantara.net – Mengadopsi pendekatan berbasis scenario dengan mempertimbangkan kemungkinan yang berbeda, diiringi dengan terjadinya berbagai peristiwa yang mempengaruhi keputusan terkait investasi finansial, merupakan tajuk utama seminar keuangan Standard Chartered Bank, yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-13, di Bandung kemarin (16 Februari 2017). Dikemas dengan tajuk utama “2017: The Year of the #Pivot?”, seminar tahunan yang diikuti oleh 2,500 orang nasabah di empat kota termasuk Surabaya, Jakarta dan Medan di bulan ini, mendiskusikan berbagai tema investasi untuk memandu nasabah dalam menyikapi perubahan ekonomi global dan regional di sepanjang tahun.

 Dr. Muhammad Chatib Basri, S.E., M. Ec., Pendiri dan Partner PT CReco Consulting Indonesia, beserta Yunarto Wijaya selaku Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, dan ekonom senior Standard Chartered Bank untuk Indonesia Aldian Taloputra hadir di acara seminar tahun ini di Bandung dalam memberikan perspektif ekonomi dan politik yang akan mewarnai tahun 2017. Sementara itu, Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi akan berbagi pandangan terkait tren investasi di sepanjang tahun.

 Dalam siaran pers yang diterima kabarnusantara.net, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menyampaiakan bahwa seminar itu bertujuan untuk membantu nasabah dalam memandu pasar keuangan dunia.

 “Standard Chartered telah menggelar acara seminar “Wealth-on-Wealth (WOW)” ini selama 13 tahun untuk memberikan pandangan-pandangan terkait kepada para nasabah dalam memandu pasar finansial global. Sekitar satu decade terakhir ini, lanskap ekonomi dan politik global telah bergeser secara nyata. Namun dimana terdapat tantangan, di situ pula terdapat kesempatan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan produk-produk keuangan yang inovatif serta pandangan-pandangan yang bermanfaat bagi penentuan strategi investasi para nasabah.“

 Menyikapi adanya ketidakpastian di peta ekonomi global, para investor perlu mempertimbangkan terjadinya kemungkinan atas perubahan dan perkembangan skenario dalam perencanaan investasi mereka. Sentimen ini tercermin dalam tema ‘”pivot?” Standard Chartered’s, yang dipandu atas berbagai hal sebagai berikut:

“#” merupakan simbol dari perubahan cepat yang terjadi di dunia, dimana baik informasi maupun penerimaan informasi yang salah sama-sama terjadi dalam waktu yang cepat dan berpotensi untuk mempercepat terjadinya tren;

“Pivot” mencerminkan bagaimana para investor dapat memetik manfaat dimana satu kaki menjejak kuat di kelas asset di lingkungan pertumbuhan structural yang lambat dengan inflasi rendah, sementara kaki lain melangkah maju dalam skenario pemulihan menuju pertumbuhan dan inflasi;

Penggunaan simbol “?” mencerminkan ketidakpastian yang mungkin terjadi walaupun terdapat panduan yang jelas, kecepatan, serta implikasi yang terbuka terhadap terjadinya perdebatan yang signifikan, khususnya dalam jangka yang pendek.

 Aldian Taloputra, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia memprediksi ketidakpastian ekonomi masih mungkin terjadi, maka para investor perlu antisipasi.

 “Beberapa ketidakpastian diprediksi akan masih berlangsung di tahun ini, walaupun terdapat empat poros utama — yaitu adanya perubahan dalam penggunaan kebijakan fiskal, adanya lingkungan yang lebih positif, adanya peningkatan proteksi, serta adanya peningkatan multi-polaritas. Oleh karena itu, para investor perlu mempertimbangkan pendekatan berdasarkan skenario dalam menyusun profil investasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diperkirakan akan lebih baik bila dibandingkan dengan tahun 2016, dimana akan lebih banyak lagi kesempatan untuk diraih.”

 Sementara itu, Country Head of Retail Banking Standard Chartered Bank Indonesia Lanny Hendra menambahkan:

 “Sebagai bagian dari aspirasi kami menjadi Bank Internasional Terbaik di Indonesia, komitmen kami dalam memandu para nasabah atas pilihan-pilihan investasi mereka, merupakan prioritas utama kami dan tercermin dalam strategi kami. Kami memahami para nasabah memiliki perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan mereka, dan kami bangga memiliki serangkaian produk dan layanan perbankan kelas dunia yang dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di setiap tahapan kehidupan.”

 Berkaitan dengan dilaksanakannya seminar WOW tersebut, Standard Chartered juga memperkenalkan produk wealth management baru. Bambang Simon Simarno, selaku Executive Director dan Country Head of Wealth Management Standard Chartered BankIndonesia menyampaikan bahwa seminar tersebut juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam berinvestasi.

 “Seminar Wealth-on-Wealth (WOW) telah diadakan sejak 2004 di mana kami menjadi pelopor di industri yang menyediakan edukasi investasi dan layanan promosi wealth management bagi nasabah kami. Dalam kesempatan ini, kami bangga untuk menginformasikan peluncuran produk investasi baru kami, yaitu “Fund Focus”, sebagai alternatif investasi tambahan bagi nasabah kami dalam berinvestasi. Fund Focus dibuat berdasarkan riset kualitatif dan kuantitatif internal kami melalui tiga pilar, yaituperformance, people dan process dan potensi kinerja di masa depan. Performancemembantu kita memahami beberapa karakter kunci gaya investasi fund manager. Setiap orang yang berinvestasi di reksadana pasti mengetahu bahwa kinerja di masa lalu bukan penjamin hasil di masa depan. Oleh karena itu kami menggunakan people dan processsebagai fokus fund ini. Dalam analisis People, kami mengevaluasi kualitas manajer portofoliso dan analis. Kami bertujuan untuk mengidentifikasi keahlian dan pengalaman manajer invetasi. Tim Fund Focus memiliki moto: “Kinerja harus menceritakan mengenai Proses.” Karenanya kami juga mengevaluasi secara seksama ide investasi, eksposur dan manajemen likuiditas dari fund manager. Selain itu, kami juga bangga dapat memperkenalkan rider baru produk bancassurance kami yang termasuk dalam produk kerjasama kami dengan PT. Prudential Life Assurance, yaitu “Premium Waivers” yang dibayarkan pada fase awal penyakit kritis. Rider ini yaitu “PRUearly Stage payor, PRUearly stage spouse payor dan PRUearly stage parent payor yang pertama kali diluncurkan di Indonesia. Kedua hal ini merupakan tawaran yang menarik karena kedua akan membantu keluarga Indonesia dalam menghadapi tahun mendatang.” jelasnya.

 Dalam penyelenggaraan WOW tahun ini, Standard Chartered didukung oleh beberapa mitra yaitu: PT Prudential Life Assurance, PT Ashmore Asset Management Indonesia, PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNP Paribas Investment Partners Indonesia, PT Eastspring Investments Indonesia, PT First State Investments Indonesia, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Manulife Aset Manajement Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia, Bayu Buana dan Etihad Airways. (Hipatios/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password