breaking news New

Pembangunan PT. Semen Kupang Bukan Solusi Kemiskinan Rakyat NTT

Jakarta, Kabarnusantara.net – PT. Semen Kupang Indonesia dikabarkan bangkit kembali dari mati suri dan mulai beroperasi semenjak berhentinya aktivitas produksi pada tahun 2008. Meskipun masih ada persoalan dalam perizinan dan penolakan suku setempat, operasi proyek tersebut sudah berjalan pada Maret Tahun ini.

Kejanggalan dalam proyek tersebut kembali dibahas dalam diskusi yang berlangsung di Sekretariat Rumah Perlawanan JATAM, Rabu (22/02/2017). Diskusi dan media briefing bertema “Fakta Kejahatan Industri Semen di Indonesia” tersebut membahas kejanggalan yang ditemukan dalam proses pembangunan dan perijinan pembangunan PT. Semen Kupang Indonesia di NTT.

Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat Rembang, Pati, Tuban, Maros, Kupang, Kaltim, Aceh dan Karawang dan awak media.

Dalam diskusi tersebut, Melki Nahar selaku Kepala Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) memaparkan kondisi di sekitar area pembangunan PT. Semen Kupang Indonesia yang terletak di Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melki Nahar mengatakan pembangunan pabrik dan tambang karst di Kabupaten Kupang bukan solusi atas permasalahan kemiskinan rakyat. Justru Ia menilai, yang terjadi adalah ‘membunuh’ masa depan rakyat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, juga perikanan dan kelautan.

“Pembangunan PT. Semen Kupang Indonesia terletak di wilayah produktif pertanian (produksi pangan). Nah, kehadiran PT. Semen Indonesia Kupang bisa saja menambah laju kerusakan lingkungan dan ruang hidup rakyat yang berada di sekitar areal pabrik. Selain itu wilayah pabrik tidak jauh dari bibir pantai. Di sana ada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani rumput laut,” kata Melki Nahar di Sekretariat JATAM, Mampang, Jakarta Selatan.

Menurutnya, rencana pembangunan pabrik dan pertambangan karst hanya menguntungkan pihak perusahaan dan memenuhi kebutuhan semen dari negara tetangga, seperti Australia dan Timor Leste.

Ia bahkan menilai pembangunan proyek semen tersebut hanya membawa persoalan bagi masyarakat setempat.

“PT Semen Indonesia Kupang berhasil memecah belah masyarakat setempat. Konflik pun muncul,” tutup Nahar.

Sementara itu, tahun lalu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menargetkan pembangunan PT. Semen Kupang Indonesia mulai beroperasi pada bulan Maret 2017. Rencana tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo setelah visitasi ke Pabrik Semen Kupang pada 25 Juli 2015.

Dilansir dari www.kemenperin.go.id, Kementerian BUMN memastikan bahwa PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) akan memulai pembangunan pabrik di Kupang. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun. Pembangunan sudah mulai berjalan tahun ini. Adapun di Kupang, Semen Indonesia menggandeng PT Semen Kupang (Persero).

Kementerian BUMN sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sebelum pabrik ini dibangun. Sebelumnya wilayah Kupang sudah disurvei dan telah dilakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah.

Setelah melakukan survei dan berkordinasi dengan Pemerintah daerah dan warga setempat, Pemerintah NTT dan pemkab Kupang beserta sejumlah warga Rung 1, PT. Semen Kupang Indonesia melakukan kunjungan ke pabrik Semen Indonesia pabrik Tuban, jumat (16 desember 2016).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau pengelolaan lingkungan dan interaksi sosial yang diterapkan oleh PT. Semen Indonesia di wilayah sekitar pabrik Tuban.

Dalam kunjungan tersebut, Ferdinandus Semaun selaku Komisaris Semen Kupang Indonesia (SKI) mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka memberikan keyakinan kepada Pemerintah Daerah Kupang dan Warga setempat bahwa tidak akan terjadi malapetaka dengan kehadiran PT. Semen Indonesia. (Tiburtius/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password