breaking news New

Aksi GMNI Ricuh, Perang Mulut Dengan Pihak Polres Manggarai Pun Terjadi

Ruteng, Kabarnusantara.net – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Kamis, 2/3/2017 di depan Mapolres Manggarai diwarnai kericuhan.

Kericuhan dipicu oleh ditolaknya keinginan sejumlah aktivis GMNI untuk berdialog langsung dengan Kapolres Manggarai, AKBP Totok Mulyanto.

Di dalam orasinya, Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar mendesak aparat kepolisian yang sedang berjaga-jaga agar memberi mereka kesempatan berdialog langsung dengan Kapolres Manggarai.

Pihak Polres Manggarai pun menolak keinginan pengunjuk rasa dengan alasan Kapolres Manggarai sedang tidak ada di tempat. Kasatreskrim yang berkompeten menjelaskan duduk soal kasus tersebut pun sedang tidak berada di tempat.

Wakapolres Manggarai, Tri Joko Biantoro pun bersedia menemui para pengunjuk rasa, namun jawaban Wakapolres pun tetap sama, bahwa dialog bisa dilakukan jika Kapolres Manggarai berada di tempat, dan dirinya akan menyampaikan butir-butir tuntutan GMNI kepada Kapolres Manggarai.

Tidak puas dengan jawaban pihak Polres Manggarai, salah seorang aktivis GMNI, Romanus Hariyanto memaksa pihak kepolisian agar bersedia menerima mereka untuk berdialog. Aksi perang mulut pun tak terhindarkan.

Wakapolres Manggarai, Tri Joko Biantoro pun bersedia menemui para pengunjuk rasa, namun jawaban Wakapolres pun tetap sama, bahwa dialog bisa dilakukan jika Kapolres Manggarai berada di tempat, dan dirinya akan menyampaikan butir-butir tuntutan GMNI kepada Kapolres Manggarai.

Melihat Wakapolres diserang dengan sejumlah argumentasi agar dialog tetap dilakukan, sejumlah polisi pun berusaha menyerang pendemo, namun berhasil dilerai oleh rekan-rekan mereka.

Aksi saling umpat pun tak terhindarkan. Kata-kata kasar pun keluar dari mulut pendemo dan aparat kepolisian.

Situasi mereda saat Wakapolres Tri Joko Biantoro menenangkan anggotanya.

“Kami tetap akan menindaklanjuti tuntutan adik-adik mahasiswa. Saya akan sampaikan kepada Kapolres setelah beliau kembali,” janji Biantoro.

Penjelasan Biantoro itu tidak diterima oleh sejumlah aktivis GMNI. Perang mulut pun tak terhindarkan. Situasi itu menyulut kemarahan anak buah Wakapolres. Sejumlah aparat polisi mendorong aktivis GMNI, menendang pengunjuk rasa dan memukul mereka dengan popor senjata ke bagian punggung sejumlah pengunjuk rasa.

Wakapolres tampak sedikit terpancing emosi dan menciduk salah seorang pengunjuk rasa ke satuan unit pelayanan Polres Manggarai.

Orasi pun semakin gencar dilakukan mahasiswa, dan di dalam orasinya mahasiswa menuding pihak kepolisian takut berdialog dengan mahasiswa.

Keributan kecil itu pun mengundang perhatian sejumlah warga kota Ruteng yang melintas di jalur itu. Warga pun mengerumuni Markas Polres Manggarai. Setelah berhasil bernegosiasi dengan Wakapolres Biantoro, puluhan aktivis GMNI Manggarai itu pun meneruskan aksinya ke kantor sementara Kejaksaan Negeri Manggarai.(Alfan Manah/Hip/KbN)

4 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password