breaking news New

Ini Jawaban Kejaksaan Negeri Manggarai Terkait Tuntutan GMNI Manggarai

RUTENG, Kabarnusantara.net – “Saya akan tindaklanjuti laporan GMNI Manggarai bahwa ada dugaan mark up pada pembangunan RSUD Manggarai Timur. Nanti kita buatkan itu, bahwa ada aspirasi dari GMNI yang mendesak untuk itu diusut. Laporan GMNI juga kita jadikan dasar untuk ditindaklanjuti”.

Hal itu disampaikan kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Agus Riyanto menjawab tuntutan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Kamis, 2/3/2017, dalam aksi unjuk rasa mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan Gedung Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dikatakan Riyanto, pihaknya akan memerintahkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Manggarai untuk mengecek kebenaran informasi GMNI.

Pantauan Kabarnusantara.net, dalam dialog Ketua DPC GMNI Manggarai, Martinus Abar menyebutkan ada dugaan mark up dalam proyek pembangunan RSUD tersebut.

Terkait dugaan mark up atau penggelembungan harga satuan itu, GMNI Manggarai menggunakan data pembanding pagu anggaran gedung rawat jalan RSUD Manggarai Timur dengan gedung RSUD dr. Ben Mbok Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Gedung Rawat Jalan RSUD dr. Ben Mboi Ruteng telah rampung dikerjakan dengan menelan dana sebesar Rp 6,7 miliar. Kontras jika dibandingkan dengan RSUD Manggarai Timur yang menelan dana Rp 7,6 miliar,” ujar Abar.

Menjawab pernyataan Ketua GMNI Manggarai, Agus Riyanto mengatakan benar pihaknya  juga paham dan tahu soal itu.

“Benar, kita juga paham, kita juga tahu. Saya kan kadang ada rapat  di Manggarai  Timur, dan sambil  lihat -lihat juga to. Tetapi karena  ada tahapan yang belum selesai sesuai Instruksi Presiden, kami belum bisa tangani dulu. Kita juga diatur oleh peraturan perundang-undangan. Ini dasar kita menindaklanjuti. Salah satunya laporan GMNI,” ujarnya.

Riyanto juga meminta agar GMNI tetap memantau tanpa mengganggu proses hukum yang berjalan. Ia berjanji akan tetap memproses laporan GMNI.

“Nanti kita proses. Jangan khawatir. Karena ini sudah kita pantau sejak awal. Dan bukan hanya GMNI yang sudah laporkan soal ini. Tetapi  juga ada elemen lain,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang diterima Kabarnusantara.net, GMNI menulis berdasarkan pantauan langsung GMNI, ditemukan sejumlah fakta mencurigakan dalam proses pembangunan gedung yang dikerjakan PT. Floresco Aneka Indah tersebut.

Selain dugaan mark up, GMNI juga menyoroti adanya PHO (Provisional Hand Over) fiktif dalam proyek yang dibangun di Lehong Borong itu.

“Anehnya PHO dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016, sementara proses pengerjaannya belum tuntas 100%. Buktinya proses pengerjaannya masih berlangsung hinga pertengahan Februari 2017. GMNI menilai PHO dilakukan tanpa dasar dan penuh rekayasa,” tulis GMNI dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Egidius L. Dahal Kordinator Umum dan Wilibrodus Jatam, Koordinator Lapangan. (Alfan Manah/KbN)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password