breaking news New

BPJS Gandeng GMNI Sosialisasikan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Kalangan Mahasiswa Pelajar

RUTENG, Kabarnusantara.net – 
Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Manggarai menggandeng Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menggelar seminar sehari dengan tema Pemuda Sebagai Promotor Dalam Mensosialisasikan Jaminan Kesehatan Kepada Masyarakat Manggarai, di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai di Ruteng, Sabtu, 4/3/2017.

Seminar itu dihadiri 500 mahasiswa dan pelajar sekota Ruteng, PMKRI Cabang Ruteng dan GMNI Manggarai, dengan menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Kepala Operasional Cabang BPJS Manggarai, Yohanes Santo, Kepala Bagian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nobertus Burhanus, dan Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Manggarai, Boni Mardianus.

Kepala Operasional BPJS Cabang Manggarai, Yohanes Santo mengatakan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memberi jawaban terhadap beragam pertanyaan mengenai program BPJS, tentang bagaimana sistem BPJS maupun strategi BPJS dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat akan kesehatan.

“BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial,” ujarnya.

Dikatakannya, BPJS dibentuk berasaskan jaminan sosial sesuai dengan motonya ‘Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong’ dengan prinsip yang sehat membantu yang lemah dan sakit.

Lebih lanjut dijelaskannya, peserta jaminan kesehatan dibagi dalam dua kategori yaitu Bukan Penerima Bantuan Iuran seperti pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, PNS, TNI, POLRI, Pengusaha, dan Penerima Bantuan Iuran seperti fakir miskin dan orang tidak mampu.

Berdasarkan data BPJS, sekitar 70% penduduk Kabupaten Manggarai adalah peserta BPJS Kesehatan atau setara dengan 242.000 jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 205.000 jiwa diantaranya adalah peserta BPJS Kesehatan yang memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang pertanggungannya dibiayai oleh Negara.

Terkait masih banyak warga miskin di daerah yang belum memperoleh KIS, ia mengatakan pendataan sedang dilakukan pihaknya, namun ia tetap berharap program kuota daerah atau yang dikenal dengan Jaminan Kesehatan Daerah yang dibiayai dari APBD Kabupaten tetap berjalan untuk masyarakat miskin.

“Jamkesda bisa diintegrasikan ke BPJS sejauh pemerintah daerah mampu membiayai pertanggungannya ke BPJS. Jika itu diterapkan, hanya untuk kelas III yang dibiayai pemerintah daerah,” terangnya.

“Premi BPJS perorangan mandiri sangatlah murah jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan lainnya. Murah bukan berarti murahan dengan keuntungan yang didapatkan peserta,” tandas Santo.

Ada pun iuran atau premi BPJS Kesehatan perorangan mandiri yang dibayar setiap bulan yaitu untuk Kelas III sebesar Rp 25.500, Kelas II Rp 51.000, dan Kelas I sebesar Rp. 80.000.

Sementara itu, Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar mengatakan BPJS masih dirasakan kurang menyentuh sampai ke akar rumput. Sehingga masih ditemui hal-hal yang tidak semestinya terjadi.

“Sosialisasi ini menjadi sangat penting. Apalagi menyentuh Mahasiswa dan Pelajar dengan harapan bahwa kaum terdidik menjadi pelopor dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar ikut program BPJS Kesehatan, karena kesehatan lebih berharga dari harta benda,” tutup Abar.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Persatuan Alumni GMNI Cabang Manggarai, Fortunatus H. Manah,S.Pd. (Alfan/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password