breaking news New

Lagu Ngkiong di Mata Ben Mboi dan Benny Harman

Ruteng, Kabarnusantara.net – Benny Kabur Harman, Anggota DPR RI asal Manggarai-NTT adalah sosok yang sangat menghargai dan menjaga adat dan budaya daerahnya.

Meski Benny tinggal menetap di Jakarta, Ia sering pulang kampung baik untuk sekadar mengunjungi keluarga maupun untuk mengikuti acara adat di kampungnya.

Pada Sabtu (4/3/2017) kemarin, Benny pulang ke kampung leluhurnya di Lukup, Satarmese Utara, Manggarai, NTT. Kunjungan Benny ke Lukup bukan kali ini saja, hampir setiap tahun Ia selalu datang ke kampung leluhurnya itu.

Kunjungannya kali ini bertujuan untuk ‘teing hang’ (memberi makan) para leluhur di Kampung Lukup.

Usai memberi makan kepada para leluhur di Lukup, Doktor Ilmu Hukum yang juga menjadi bakal calon Gubernur NTT tersebut diminta oleh seluruh keluarga besarnya di kampung untuk menceritakan niat dan harapannya menjadi Gubernur NTT periode 2018-2023.

Usai menceritakan niat dan harapannya kepada warga kampung Lukup, BKH mengenang kisahnya dengan almarhum Ben Mboy di Jakarta.

Ben Mboi adalah Gubernur NTT pada Zaman Soeharto. Ben Mboi juga adalah Tentara dan seorang dokter. Ben Mboi dan Benny adalah tokoh kebanggaan orang NTT pada umumnya dan Orang Manggarai pada khususnya. Ben dan Benny sama-sama berasal dari Satarmese, Kabupaten Manggarai, NTT.

“Suatu sore opa Ben minta saya datang ke rumah. Kami mendiskusikan banyak hal. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan Pukul 01.00 pagi”, demikian Benny mengawali ceritanya.

“Pada Pukul 01.00 itu, opa Ben memberikan saya nasihat seperti ini; Benny, filsafat kehidupan orang manggarai adalah kemanapun pergi dan dimanapun berada, tidak boleh melupakan kampung halaman. Kamu juga harus demikian, tidak boleh lupa kampung halaman,” sambungnya.

“Namun pada saat itu, saya melihat opa Ben meneteskan air mata. Saya yang duduk di depannya jadi terharu dan hampir meneteskan air mata juga”, kenang Benny.

“Ketika situasi hampir hening, opa Ben menyanyikan lagu Ngkiong,” Benny mengakhiri ceritanya.

Akhirnya, BKH pun menyanyikan lagu tersebut di depan keluarga besarnya.

Ketika usai bernyanyi, BKH menyatakan bahwa lagu ‘Ngkiong’ tersebut memiliki makna yang dalam.

“Mungkin suara saya tidak bagus, tapi lagu ini memiliki syair yang sangat bernas dan memiliki filosofi yang sangat dalam untuk ingat akan kampung halaman dan leluhur (kuni agu kalo) dan Tuhan (mori rinding toni) sebagai pelindung/penjaga,” Pesan Anggota DPR tiga periode tersebut. (Theo/Hip/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password