breaking news New

Taman Bacaan Pelangi Telah Mendirikan 55 Perpustakaan di Indonesia Timur

RUTENG, Kabarnusantara.net – Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, cakrawala berpikir kita tentang dunia menjadi terbuka luas.

Kira-kira itulah motivasi yang tertanam dalam diri Nila Tanzil, pendiri Yayasan Pelangi Impian Bangsa yang telah mendirikan 55 perpustakaan yang disebutnya Taman Bacaan Pelangi dan menyumbangkan sedikitnya 50.000 buku.

Yayasan ini memilih fokus membantu anak-anak di bagian Timur Indonesia. Pilihan mereka di wilayah itu bukan tanpa dasar.

Indonesia bagian timur memiliki banyak potensi, namun sayangnya angka buta huruf masih cukup tinggi. Dari segi infrastruktur, Indonesia bagian Timur masih terbilang tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Indonesia bagian Barat. Infrastruktur dasar pun masih minim, termasuk infrastruktur pendidikan.

Pilihan Yayasan Pelangi Impian Bangsa untuk mengabdikan diri di Timur Indonesia adalah sebuah pilih keberpihakannya kepada yang miskin dan tertindas.

Dari berbagai sumber yang dikumpulkan Kabarnusantara.net, Taman Bacaan Pelangi menyediakan buku bagi anak-anak di daerah terpencil dengan tujuan untuk memelihara kebiasaan membaca anak sejak dini.

Taman Bacaan Pelangi berdiri sejak November 2009 di Flores. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat, Nila Tanzil pertama kali mendirikan perpustakaan di Roe, sebuah kampung kecil di kaki gunung di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores dengan menyediakan buku 200 buah. Dengan bantuan para donatur dan relawan, kini perpustakaan Roe memiliki 2000 buah buku bacaan anak-anak.

Tahun 2013, Taman Bacaan Pelangi didaftarkan secara resmi dengan nama Yayasan Pelangi Impian Bangsa. Dengan dukungan relawan dan donatur dari berbagai belahan dunia, NGO dan perusahaan yang terpercaya, Taman Bacaan Pelangi pun bertumbuh pesat. Hingga kini Taman Bacaan Pelangi telah membangun 55 perpustakaan dan menyumbangkan puluhan ribu buku bacaan anak-anak bagi anak-anak Timur Indonesia. Mereka membangun perpustakaan dengan konsep ramah anak.

Ke 55 perpustakaan tersebut tersebar di sejumlah pulau seperti Pulau Flores, Rinca, Komodo, Messah, Papagaran dan pulau-pulau kecil sekitar Taman Nasional Komodo, Alor, Timor, Lombok, Sumbawa, Banda Neira di Kepulauan Banda Maluku, Bacan di Halmahera Selatan dan Papua.

Setiap perpustakaan disediakan setidaknya 1.000 judul buku cerita anak. Beberapa perpustakaan memiliki koleksi buku lebih dari 1000 judul buku.

Taman Bacaan Pelangi telah menyediakan akses buku kepada lebih dari 20.000 anak-anak di bagian Timur Indonesia.

Oleh karena sepak terjangnya yang gemilang, Taman Bacaan Pelangi mendapatkan penghargaan “Anugerah Nugra Jasadarma Pustaloka 2013” dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Nila Tanzil di websitenya www.nilatanzil.com menulis “masa kecilku sangat dekat dengan buku. Setiap pulang sekolah, aku langsung membaca buku di rumah. Jadi saat aku berada di Flores dan melihat anak-anak yang tidak pernah memiliki akses buku, hatiku hancur dan langsung timbul keinginan untuk berbuat sesuatu,” tulisnya.

Lebih lanjut dituliskannya,” Aku ingin mereka menjadi suka membaca dan bahkan menjadi kutu buku. Aku ingin mereka jatuh cinta pada buku, karena aku percaya, buku dapat menginspirasi mereka untuk berani bermimpi besar”.

Nila Tanzil melalui websitenya mengajak teman-teman untuk bergabung di Taman Bacaan Pelangi.

“Mari kita memberikan akses buku bacaan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah terpencil di Indonesia Timur. Mari kita mengembangkan kebiasaan membaca dan budaya membaca di negeri ini. I believe, together, we can make a difference,” tulisnya. (Alfan Manah/KbN)

154 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password