breaking news New

Polemik Penutupan SDN Oevetnai Oleh Bupati Malaka

Malaka, Kabarnusantara.net – Penutupan SDN Oevetnai berdasarkan perintah Bupati Kabupaten Malaka menuai banyak penolakan, khususnya dari masyarakat setempat, para perintis sekolah dan komunitas pemerhati masalah pendidikan di Kupang. Pasalnya, alasan Bupati Malaka menutup SDN yang dirintis masyarakat setempat itu tidak mudah diterima. 

Sejarah Berdirinya SDN Oevetnai

Pada tahun 2011-2012 berawal dari paud dengan jumlah siswa paud yang di wisuda berjumlah 18 orang, kemudian ditambah lagi dengan 24 orang anak putus sekolah dari SDI Weulun yang didata oleh Pak Melianus Baunsele dan Ibu Nelcy Bani

Dari jumlah tersebut, kemudian muncul ide untuk membentuk sekolah jarak jauh bersama sejumlah tokoh yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat bersepakat bersama mendirikan SD jarak jauh dengan tujuan untuk melanjutkan ke 18 orang siswa paud dan 24 siswa putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan di sekolah dasar dan akhirnya pada pertengahan tahun 2012 SDN Oevetnai didirikan, yang merupakan sekolah jarak jauh dari SDI Lorobauna.

SDN Oevetnai berawal dengan 2 rombongan belajar yakni kelas I dan II dengan perincian, siswa kelas I berjumlah 22 orang dan kelas II berjumlah 20 orang kemudian pada tahun 2013 menjadi 3 rombongan belajar dengan jumlah siswa kelas III sebanyak 11 orang.

Pada tahun 2014 sekolah tersebut berdiri sendiri dengan 4 rombongan belajar dengan jumlah siswa kelas IV sebanyak 19 orang. Kemudian pada tahun 2015, SDN Oevetnai mendapatkan Ijin Operasional dari Pemerintah Daerah Malaka dengan 5 rombongan belajar dengan jumlah siswa kelas V sebanyak 10 orang

Para Pengajar di SDN Oevetnai

Jumlah guru SDN Oevetnai sebanyak 14 orang yang terdiri dari:

• Brigita Bano Bria, S.ag (Kepala Sekolah)

• Yosefina Hoar, S.ag (PNS)• Novita Nurcayati, S.pd (SM3T)

• Nelci Bani (Honor Pembantu)

• Yustina Oriyanti Leo (Honor Pembantu)

• Rince Makleat (Honor Pembantu)

• Antoneta Tiumlafu (Honor Pembantu)

• Elkana Tefa (Honor Pembantu)

• Apris Kase (Honor Pembantu)

• Emanuel Laka, S.at (Honor Pembantu)

• Maria Megawati Niis Mau, S.pd (Honor Pembantu)

• Aseria Y. Kase, S.pd (Honor Pembantu)

• Nelci Bula (Honor Pembantu)

• Delviana Bani (Honor Pembantu)

Tujuan Pendirian SDN Oevetnai

Tujuan didirikannya sekolah tersebut adalah untuk mendekatkan pelayanan pendidikan, meningkatkan angka partisipasi belajar, mengurangi angka putus sekolah dan menurunkan angka butu huruf bagi warga dusun wetalas.

Penutupan SDN Oevetnai

Penutupan sekolah tersebut berawal kerja bakti para siswa SDN Oevetnai pada hari jumat 20 januari 2017 memperbaiki atap sekolah yang bocor dengan menggunakan daun gewang. Kerja gotong royong para siswa tersebut tanpa sengaja di foto oleh salah satu tenaga pengajar SM3T di sekolah tersebut kemudian menguploadnya ke media social (facebook).

Tujuan oknum guru yang mengupload foto tersebut hanya mau menunjukan kondisi sekolah yang sebenarnya dengan harapan adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat.

Namun tidak disangka bahwa foto tersebut menjadi pembahasan hangat di media sosial oleh para facebookers dengan beragam argumentasi.

Setelah foto tersebut menjadi hangat diperbincangkan di media sosial, maka tepatnya pada tanggal 23 januari 2017 Bupati mengundang Kepala Sekolah dan para guru dari sekolah tersebut untuk bertemu di rumah jabatan Bupati.

Penutupan SDN Oevetnai oleh Bupati Malaka, Stefanus B. Seran

Bupati mengatakan dihadapan kepala sekolah dan para Guru bahwa sekolah itu harus ditutup. Selain itu Bupati juga menyarankan kepada Kepala Sekolah dan para Guru untuk secepatnya membuat permohonan bantuan kepada Pemda Malaka dengan maksud membantu memperbaiki gedung SDN Oevetnai ini.

Beberapa hari kemudian Bupati mengutus tim untuk meninjau lokasi sekolah tersebut dengan maksud melihat secara langsung kondisi riilnya. Setelah tim melakukan peninjauan terhadap kondisi sekolah tersebut, Bupati mengambil keputusan menutup sekolah SDN Oevetnai tanpa suatu alasan yang mendasar.

Pada tanggal 27 Januari 2017, Bupati Malaka mengeluarkan pernyataan di beberapa media bahwa SDN Oevetnai saya tutup dengan alasan gedung SDN Oevetnai tidak layak dan tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai.

Keputusan bupati ini dinilai sepihak karena tidak memiliki suatu dasar pertimbangan yang jelas. Padahal salah satu syarat pendirian sekolah adalah Ijin Operasional.

Bupati menilai jika sekolah itu dibiarkan terus beraktivitas maka akan menjadi momok menakutkan dan preseden buruk bagi pendidikan di kabupaten Malaka.

Beberapa pernyataan Bupati Stefanus Bria Seran (Bupati Malaka) tersebut mengundang reaksi masyarakat bahwa keputusan bupati dinilai sangat politis karena hingga saat ini masyarakat dusun Wetalas masih belum tau kejelasan terkait penutupan sekolah karena pihak sekolah belum mendapatkan surat resmi dari bupati berupa Surat Keputusan (SK).

Penutupan SDN Oevetnai dan Surat Pengalihan siswa ke sekolah terdekat sesuai arahan Bupati. Sampai saat ini dari 71 orang siswa SDN Oevetnai, hanya 30 orang siswa/i yang bersedia mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDI Weulun sedangkan 41 orang siswa/i lainnya tidak melanjutkan sekolah karena siswa/i kelas I dan II yang masih sangat kecil tidak mampu berjalan kaki menuju ke SDI Weulun yang jarak tempuhnya sekitar 3 kilo meter.

Alasan lainnya adalah jalan menuju ke SDI Weulun berbukit-bukit dan melewati hutan sehingga sangat mengkawatirkan keselamatan mereka. Kalaupun mau kesana harus menggunakan kendaraan sepeda motor sedangkan mereka tidak memilikinya karena sebagian besar siswa/i berasal dari latar belakang keluarga miskin dengan hidup hanya berharap pada hasil pertanian seperti jagung, hasil panen kemiri, hasil panen asam dan pontensi lokal lainnya.

Sebaliknya orang tua siswa sangat mengharapkan agar anak-anaknya tetap sekolah di SDN Oevetnai sambil pemerintah kabupaten malaka memperbaiki sarana prasarana sekolah mereka.

Sejauh ini Pospera sudah bekerja sama dengan beberapa lembaga terdiri dari: LPA, Bengkel Appek, DPD Pospera NTT, Media Pendidikan Cakrawala NTT, dan Immala Surabaya, untuk bersama-sama berjuang mempertahankan SDN Ovetnai.

Terlepas dari itu, pihak media pendidikan cakrawala NTT sendiri akan memberikan bantuan buku sebanyak 5000 buku kepada para siswa/i SDN Oevtnai, dan bentuk bantuan lainnya akan diberikan juga oleh para dokter, dosen, dan elemen lain yang tergabung dalam relawan peduli pendidikan.

Upaya POSPERA Terkait Penutupan SDN Oevetnai, Kab. Malaka, NTT

Sejauh ini pula pihak Pospera Malaka sudah menyampaikan persolan tersebut kepada DPP Pospera pusat, dalam waktu dekat pospera pusat akan konfirmasi kepada Pospera Malaka untuk bersama-sama dengan pihak sekolah yang ditutup bertemu dengan Presiden RI dan Kemendikbud untuk menyampaikan persolan penutupan sekolah yang dilakukan oleh Bupati Malaka.

Hasil Wawancara dengan Perintis SDN Oevetnai, Ibu Nelci Bani

Ibu Nela Bani (Ketua Komite) SDN Oevetnai mempunyai harapan yang sama agar sekolah tersebut tetap dipertahankan dengan alasan mendapat perhatian pemerintah sehingga bisa membangun gedung yang layak. Agar para siswa/i SDN Oevetnai bisa menjalani aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

Ibu Nelci Bani (Pendiri Sekolah) berharap kepada Pemerintah Daerah Malaka dalam hal ini Bupati Malaka agar bisa mempertimbangkan kembali keputusan tersebut karena SDN Oevetnai hadir ditengah-tengah masyarakat dusun wetalas untuk mendekatkan pelayanan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah dan angka butah huruf.

Pak Elkana Tefa (Guru) tidak setuju dengan keputusan bupati terkait penutupan sekolah dengan alasan sejak didirikannya SDN Oevetnai pak el salah satu orang yang menjadi perintis berdirinya SDN Oevetnai. Dan harapannya sekolah tersebut tetap dipertahankan dengan mendapatkan bantuan dari untuk membangun gedung yang layak.

Mersy (Siswa) SDN Oevetnai menolak sekolah mereka ditutup karena sekolah yang dititipkan jarak tempuh sehari-hari sangat jauh dengan kondisi jalan yang tidak memungkin mereka untuk berkativitas belajar. Untuk itu, berharapan kepada pemerintah daerah malaka untuk membangun gedung baru bagi sekolah mereka.

Tuntutan DPC POSPERA Kab. Malaka

Melihat kondisi tersebut diatas, Dewan Pimpinan Cabang (DPC ) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten Malaka, merasa prihatin dan terpanggil untuk bergerak memperjuangkan nasib warga masyarakat yang merasa diperlakukan secara tidak adil, dengan beberapa sikap sebagai berikut:

• Meminta kepada Bupati Malaka segera cabut kembali keputusan tersebut, dan selanjutnya mengaktifkan kembali SDN Oevetnai dalam waktu singkat, karena pasca keputusan menutup sekolah tersebut berdampak buruk bagi siswa/i.

• Meminta kepada Bupati Malaka segera memperhatikan fasilitas gedung dan menyediakan sarana prasarana yang memadai, sekaligus memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat dusun wetalas yang hingga saat ini belum tersentuh dengan bantuan pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan seperti pustu, listrik dan kebutuhan lainnya.

• Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten Malaka menyatakan sikap dengan tegas menolak penutupan sekolah, dan meminta kepada Bupati Malaka segera mencari solusi sehingga siswa/i SDN Oevetnai bisa melakukan kegiatan belajar mengajar seperti sediakala.

• Besar harapan kami kiranya persoalan ini bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat karena nasib para siswa yang tidak melanjutkan sekolah terancam menjadi anak putus sekolah.

Kontributor : Ketua DPC POSPERA Kab. Malaka/Paskal W. Nahak

48 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password