breaking news New

TPDI: Korupsi e-KTP, Uang Korupsi Dikorupsi Lagi Oleh Andi Narogong

Jakarta,Kabarnusantara.net-Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menilai kasus korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP nasional yang dilakukan di DPR oleh bebarapa aktor intelektual seperti Irman , Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Isnu Edhi Wjiaya, Diah Anggraini, Setya Novanto dan Dradjat Wisnu Setyawan, ternyata tidak hanya menjarah uang negara sebesar 2,5 triliun.

“Akan tetapi yang unik dan bakal muncul perkara baru adalah jatah hasil korupsi yang disebut telah dibagikan kepada sejumlah pihak dengan angka yang fantastic itu ternyata ada sebagian nama dicatut oleh Andi Narogong,” ujar Koordinator TPDI, Petrus Selestinus di Jakarta, Rabu (15/3/2017)

Sebagaimana diketahui, salah satu korban pencatutan nama dalam kasus ini adalah Melchias Mekeng. Nama Melchias Markus Mekeng, kata Petrus, tidak hanya telah membantah keterangan Andi Narogong yang diketahuinya dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK, akan tetapi Melchias Markus Mekeng juga akan menuntut pertanggungjawaban secara pidana terhadap Andi Narogong di Bareskrim Polri, karena telah mencatut namanya sebagai penerima uang haram tersebut.

Menurut Petrus, walaupun proses hukum atas kasus dugaan korupsi proyek E-KTP yang merugikan keuangan negara 2,5 triliun baru mengahdapkan dua orang Terdakwa dari unsur Kementerian Dalam Negeri yaitu Terdakwa I Irman dan Terdakwa II Sugiharto, sementara pelaku intelektual dader yang lain masih di parkir KPK untuk diproses pada tahap berikutnya sambil melihat perkembangan sidang Terdakwa I dan Terdakwa II.

Publik, jelas Petrus, belum bisa memastikan apa yang menjadi target Jaksa Penuntut Umum KPK dengan membangun konstruksi dakwaan yang cukup taktis yaitu mengedepankan pelaku lapangan (Irman dan Sugiharto) atau pihak yang memperoleh keuntungan dari tindak pidana korupsi seperti Terdakwa I dan Terdakwa II.

“Sementara aktor intelektual meskipun sudah dibuka dalam Surat Dakwaan Terdakwa I dan Terdakwa II, akan tetapi masih disimpan atau masih dalam penyidikan. Begitu pula dengan puluhan nama lain meskipun belum jelas benar atau belum diperiksa atau di BAP akan tetapi identitasnya sudah dibuka habis dalam Surat Dakwaan,” kata Petrus.

Melchias Markus Mekeng Korban Fitnah

Menurut Petrus Selestinus, keberanian JPU KPK mengobral banyak nama sebagai penikmat atau orang yang mendapat keuntungan dari hasil korupsi, merupakan sesuatu yang keliru karena tanpa diuji kepastian atau kebenaran kepada pihak-pihak yang dituduh menerima.

“Sebagian dari nama-nama yang disebut penerima dana itu ada yang belum pernah diperiksa oleh KPK seperti Marzuki Ali,” kata Petrus.

Menurut dia, Marzuki Ali dan Melchias Markus Mekeng adalah nama-nama yang menyatakan tidak pernah menerima dan tidak kenal dengan Andi Narogong sehingga telah membantah melalui media massa.

“Melchias Markus Mekeng bahkan menyatakan akan menuntut pertanggungjawaban Andi Narogong bahkan siap membantu KPK mendorong KPK mengungkap tuntas permainan anggaran negara dalam proyek pemerintah yang memerlukan persetujuan DPR seperti E-KTP ini. Ini namanya “korupsi dalam korupsi” dimana uang korupsi lantas dikorupsi lagi oleh para Aktor Intelektual dengan mencatut nama-nama Anggota DPR yang memiliki jabatan strategis untuk menaikan angka hasil pencatutan,” tegas Petrus.

Akibatnya, kata Petrus, sejumlah tokoh yang namanya disebut sebagai penerima tetapi tidak pernah tahu dan tidak pernah terima uang hasil korupsi tersebut terpaksa harus mengambil langkah hukum dengan cara melaporkan pihak yang mencatut namanya sebagai telah memfitnah ke Bareskrim Polri.

Mantan Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Marzuki Ali menjadi salah satu korban fitnah yang telah melaporkan Nazaruddin dan Andi Narogong sebagai pelaku fitnah dan akan disusul dengan langkah hukum oleh Melchias Markus Mekeng.

Upaya yang dilakukan mantan Ketua Banggar periode 2010-2012, itu sebagai upaya untuk membantu KPK mengungkap modus, pola dan sistem korupsi yang terjadi di DPR, yang melumpuhkan fungsi kontrol DPR menjadi lumpuh layu tidak berdaya. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password