breaking news New

Pospera NTT Kecam Keras Penutupan Sekolah di Malaka

Kupang, Kabarnuasantara.net – Pasca penutupan beberapa Sekolah di Kabupaten Malaka oleh Bupati Stefanus Bria Seran, POSPERA bersama beberapa kelompok diskusi yang berada di Kupang (Media Cakrawala Indonesia dan Secangkir Kopi) selalu menjadi garda terdepan dan tetap konsisten dalam memperjuangkan beberapa sekolah yang ditutup oleh Bupati Malaka agar segera diaktifkan kembali.

Menurut informasi yang dihimpun oleh kabarnusantara.net, ada tiga Sekolah yang ditutup oleh Stefanus Bria Seran pada (23/01/2017) lalu. Diantaranya SDN Oevetnai, SDN Neti Mataus Haitimuk dan SMAN Weliman.

Sebelum penutupan beberapa sekolah tersebut, Bupati Stefanus Bria Seran mengutus tim untuk melakukan survey ke sekolah-sekolah. Berdasarkan laporan hasil survey tersebut, Bupati memutusman bahwa ketiga sekolah tersebut ditutup karena beberapa alasan yang kontraversial.

Pasalnya, alasan penutupan beberapa sekolah tersebut (SDN Oevetnai, SDN Neti Mataus Haitimuk dan SMAN Weliman) oleh Bupati adalah karena gedung tidak layak dipakai, kualitas para pengajar tidak memadai dan fasilitas yang tidak mendukung.

Penutupan SDN Oevetnai oleh Bupati Malaka, Stefanus B. Seran

Kronologis penutupan sekolah tersebut berawal saat kerja bakti para siswa SDN Oevetnai pada hari Jumat 20 Januari 2017, memperbaiki atap sekolah yang bocor dengan menggunakan daun gewang. Kerja gotong-royong para siswa tersebut tanpa sengaja difoto oleh salah satu tenaga pengajar SM3T di sekolah tersebut kemudian diunggahnya ke media social (facebook).

Tujuan oknum guru yang mengunggah foto tersebut hanya mau menunjukan kondisi sekolah yang sebenarnya dengan harapan adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat.

Namun, tidak disangka bahwa foto tersebut menjadi pembahasan hangat di media sosial oleh para facebookers dengan beragam argumentasi.

Setelah foto tersebut menjadi hangat diperbincangkan di media sosial, maka pada tanggal 23 Januari 2017 Bupati mengundang Kepala Sekolah dan para guru dari sekolah tersebut untuk bertemu di rumah jabatan Bupati.

Bupati mengatakan dihadapan kepala sekolah dan para Guru bahwa sekolah itu harus ditutup. Selain itu Bupati juga menyarankan kepada Kepala Sekolah dan para Guru untuk secepatnya membuat permohonan bantuan kepada Pemda Malaka dengan maksud membantu memperbaiki gedung SDN Oevetnai ini.

Beberapa hari kemudian Bupati mengutus tim untuk meninjau lokasi sekolah tersebut dengan maksud melihat secara langsung kondisi riilnya. Setelah tim melakukan peninjauan terhadap kondisi sekolah tersebut, Bupati mengambil keputusan menutup sekolah SDN Oevetnai tanpa suatu alasan yang mendasar.

Pada tanggal 27 Januari 2017, Bupati Malaka mengeluarkan pernyataan di beberapa media bahwa SDN Oevetnai ditutup dengan alasan gedung SDN Oevetnai tidak layak dan tidak didukung dengan fasilitas yang memadai.

Baca selengkapnya : Polemik Penutupan SDN Oevetnai Oleh Bupati Malaka.

Penutupan SDN Neti Mataus Haitimuk

Penutupan SDN Neti Mataus Haitimuk oleh Bupati Bria Seran alasannya sama, seperti alasan penutupan beberapa sekolah di Malaka.

Dilansir Liputan6.com bahwa Sejak 2017 awal, Pemkab Malaka memang sudah menutup beberapa sekolah. Selain SDN Oevetnai di Desa Weulun-Kecamatan Wewiku, sekolah lain yang ditutup adalah SDN Neti Mataus di Haitimuk Kecamatan Weliman.

Menurut Bupati Bria Seran, penutupan itu dilakukan karena sekolah tersebut dinilai tidak layak sebagai sekolah negeri.

“Kita tutup sekolah tersebut karena tidak layak, baik di bidang infrastruktur pendidikan, tenaga pengajar, dan jumlah siswanya,” kata Bupati Malaka Stefanus Bria Seran.

Padahal, sekolah-sekolah itu menjadi solusi dalam mengentaskan kurangnya pendidikan di daerah terpencil.

Penutupan SMAN Weliman oleh Bupati Malaka, NTT

Dilansir dalam kilastimor.com bahwa Bupati Stefanus Bria Seran, Bupati Malaka terpaksa harus menutup beberapa sekolah ini, karena tidak memenuhi persyaratan sama sekali.

Katanya Sekolah itu tidak memiliki fasilitas gedung, tidak mengantongi izin operasional dan tidak ditunjang guru yang memadai. Pihaknya juga masih mengevaluasi kembali beberapa sekolah yang selama ini berstatus kelas jauh dan sudah memiliki izin operasional namun tidak ditunjang ketersediaan fasilitas pendidikan dan guru yang memadai.

“Kalau dalam kajian masih bisa diperbaiki maka akan dilakukan perbaikan dan pembenahan. Kalau tidak bisa diperbaiki maka harus ditutup sehingga tidak berdampak buruk bagi masyarakat setempat”, lanjut Bria Seran.

“Kita bangun sekolah harus benar-benar dikaji sehingga bisa memenuhi syarat. Kalau asal bangun memang agak susah untuk membangun SDM yang handal. Kita harus tegas. Kita akan tertibkan sekolah yang tidak memenuhi syarat”, ujarnya.

Namun keputusan Bupati Seran dinilai salah oleh Ketua DPC Pospera Malaka dan tidak mengindahkan Permendikbud nomor 36 tahun 2014. Pospera Malaka mengecam keras keputusan Bupati Malaka terhadap penutupan SMAN Welimen, Malaka tersebut.

Sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud nomor 36 tahun 2014, bahwa Pemkab MALAKA tidak memiliki kewenangan untuk mengolah SMA dan SMK karena sesuai dengan amanat UU pemerintahan daerah nomor 23 tahun 2014.

Menurut Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Nahak bahwa keputusan Stefanus Bria Seran tidak benar ketika Pemkab MALAKA menutup SMA Negeri Weliman.

“Masyarakat meminta segera aktif kembali SMA Negeri Weliman agar aktivitas KBM berjalan seperti biasa karena masyarakat membutuhkan pelayanan pendidikan yang akuntabel demi memenuhi kebutuhan pendidikan. Masyarakat mengecam kebijakan Bupati Malaka terhadap penutupan sekolah SMAN Welimen”, tuturnya.

Informasi yang dihimpun kabarnusantara.net dari Ketua DPC Pospera Malaka bahwa Hari ini, Senin (20/3/2017) Pospera NTT bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) mendatangi kantor DPR NTT untuk bertemu dengan pimpinan DPRD NTT melalui Komisi V menyampaikan tindakan Bupati Malaka terkait penutupan beberapa SD dan SMAN Welimen yang tidak prosedural dan syarat akan kepentingan. (Tiburtius/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password