breaking news New

DPRD NTT Angkat Bicara Soal Penutupan Sekolah di Malaka

Kupang, Kabarnusantara.net – DPD POSPERA NTT dan DPC POSPERA Malaka, FPMM, masyarakat Malaka, para guru, para orang tua dan pendiri sekolah mendatangi kantor DPRD Provinsi NTT untuk bertemu dan berdialog dengan pimpinan DPRD NTT melalui Komisi V pada Senin (20/03/2017) siang.

Kedatangan mereka tidak lain adalah sebagai wujud dukungan dan solidaritas untuk pendidikan di NTT umumnya dan pendidikan di Malaka khususnya.

Informasi yang berhasil dihimpun kabarnusantara.net dari Ketua DPC Pospera Malaka bahwa Pospera NTT bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) mendatangi kantor DPR NTT untuk bertemu dengan pimpinan DPRD NTT melalui Komisi V menyampaikan aspirasi terkait tindakan Bupati Malaka menutup beberapa SD dan SMAN Welimen yang tidak prosedural dan syarat akan kepentingan.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) akan terus mengawal proses ini sampai selesai. Proses KBM harus dinormalkan kembali,” tulis mereka di fanpage FB Group DPC Pospera Malaka

Mereka menambahkan, sebagai kepala daerah seharusnya bijak dalam bertindak dan jangan hanya bisa mengancam rakyat kecil dengan cara yang tidak bijak. Jika bupati ini adalah gubernur, maka habislah pendidikan di NTT. Bisa bisa semua sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditutup hanya kerena alasan fasilitas tidak memadai atau guru tidak berkualitas atau gedung tidak layak dipakai.

Padahal, tulis mereka, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pendidikan Indonesia Timur harus diprioritaskan tapi mengapa tidak diindahkan oleh Bupati. Bupati Malaka saat ini dinilai sok berkuasa dan kebijakannya yang tidak bisa dibenarkan dari sisi manapun.

DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima dengan hangat kedatangan Pospera NTT bersama utusan masyarakat Malaka. DPRD juga menanggapi laporan masyarakat Malaka terkait penutupan beberapa sekolah di Kabupaten Malaka.

Menanggapi laporan dan tuntutan Pospera dan Aliansi Peduli Pendidikan, DPRD NTT akan segera melakukan survey ke lokasi dan mendukung aktifkan kembali sekolah yang sudah ditutup oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Salah satu anggota DPRD NTT Komisi V, Winston Rondo, mengusulkan kepada dinas pendidikan Provinsi NTT untuk mengkaji kewenangan DPRD Provinsi NTT terkait kewenangan Sekolah dasar yang ditutup oleh Bupati Malaka.

“Sikap Demokrat juga keberatan dengan penutupan beberapa sekolah di Malaka”, lanjut Winston.

Sementara itu, anggota DPRD yang lain, Anwar mengatakan keberatan dengan penutupan beberapa sekolah di Malaka. “Kita siap untuk turun ke lokasi sekolah yang ditutup dan secara tegas saya menyatakan keberatan,”ujarnya.

DPRD dari Demokrat, Ansel Talok juga menolak keras penutupan beberapa sekolah di Malaka.

Menurut Ansel, esensi pendidikan tidak boleh dinodai. Ia menyatakan siap untuk mendukung sekolah-sekolah yang sudah ditutup oleh Bupati Stefanus Bria Seran untuk segera diaktifkan kembali.

“Dalam waktu dekat Komisi V akan mengunjungi lokasi ketiga sekolah tersebut dan mempelajari kondisi secara detail”, papar Ansel Talok.

Di pihak lain, POSPERA NTT juga ikut mengecam keras peristiwa penutupan sekolah oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran. Menurut Pospera NTT, penutupan beberapa sekolah di Malaka tidak berdasarkan aturan. Harus segera diaktifkan kembali mengingat kondisi pendidikan di NTT khususnya di Malaka sangat memprihatinkan dan perlu pembenahan. (Tiburtius/Hip/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password