breaking news New

TPDI: Arief Hidayat Harus Melepaskan Jabatan Ketua MK

Jakarta,Kabarnusantara.net – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, meminta Ketua MK, Arief Hidayat untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua MK serta mundur dari Hakim Konstitusi.

Permintaan tersebut karena Arief Hidayat dinilai gagal menjaga marwah MK sebagai pilar penegak demokrasi.

“Arief Hidayat, tidak saja harus melepaskan Jabatannya selaku Ketua Mahkamah Konstitusi, akan tetapi juga sekaligus harus mundur dari kedudukannya sebagai Hakim Konstitusi, karena selama memimpin MK telah terjadi peristiwa memalukan, dimana salah satu Hakim MK Patrialis Akbar terkena Operasi Tangkap Tangan/OTT KPK karena suap, kemudian peristiwa berikutnya yaitu pencurian dokumen berkas perkara PHPU Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, yang diduga dilakukan oleh Samsuar, Edi Mulyono, pegawai Satpam MK pada tanggal 28 Februari 2017,” kata Petrus di Jakarta, Selasa (28/3/2017)

Peristiwa ini, kata Petrus, menjadi bukti bahwa MK sedang mengalami kehancuran nilai-nilai keluhuran yang dilakukan sendiri oleh oknum Hakim Konstitusi.

Padahal, kata Petrus, berkas perkara yang dimohonkan oleh pencari keadilan dari Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua dengan susah payah disiapkan karena UU hanya memberi waktu hanya tiga hari pasca penetapan pasangan calon terpilih, kemudian dibawa dari Dogiyai ke Jayapura dan diterbangkan ke Jakarta, dan didaftarkan guna diproses secara hukum untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran di MK.

“Namun MK sebagai pelaku kekuasaan kehakiman yang mengemban amanah untuk menjaga tegaknya demokrasi dan pilar negara hukum, diisi oleh Hakim-Hakimnya yang katanya memiliki integritas moral dan kepribadian yang tidak tercela, adil dan negarawan, ternyata telah menggadaikan integritas moral dan kepribadiannya atau telah kehilangan Mahkotah dan jati dirinya sebagai Hakim dengan integritas moral dan kepribadian yang tidak tercela dan negarawan,” ungkap Petrus.

Oleh karena itu, Petrus yang juga merupakan Ketua Departemen Hukum dan Penyelesaian Konflik Bidang Hukum & HAM DPP Partai HANURA ini, mengatakan perlu langkah penyelamatan secara progresiv yaitu lengserkan Arief Hidayat atau segera mengundurkan diri dari jabatan dan keanggotaan Hakim Konstitusi.

“MK ternyata telah didisi oleh Hakim Konstitusi berikut aparat-aparatnya yang bermental korup, melekukan pembangkangan terhadap program revolusi mental dan reformasi sistim penegakan hukum yang tengah berlangsung oleh Presiden Jokowi.” pungkas dia. (Ervan/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password