breaking news New

Tanggapi Refli Harun, Andre Garu: Banyak Pengamat Bayaran di Indonesia

Jakarta, Kabarnusantara.net – Anggota DPD RI asal NTT, Adrianus Garu menilai banyak pengamat bayaran untuk kepentingan kelompok tertentu di Indonesia tanpa mengerti sejarah perjuangan bangsa.

“Banyak pengamat bayaran untuk kepentingan kelompok tertentu di negeri ini tanpa mengerti sejarah perjuangan bangsa,” ujar Andre.

Hal itu disampaikan Andre, sapaan akrab Adrianus, menanggapi komentar pakar hukum tata negara, Refli Harun terkait pernyatannya tentang hakikat DPD yang harusnya menjadi wakil daerah, bukan partai politik.

Refli menyampaikan hal itu dalam diskusi bertajuk ‘Deparpolisasi DPD atau Bubarkan DPD’ di Bakoel Koffie, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).

Menurut Refly, DPD sebagai lembaga wakil rakyat seharusnya tidak dicemari oleh partai-partai politik, apalagi satu partai politik tertentu. Bukan mempermasalahkan partainya atau antipartai, Refly menuturkan, parpol tidak boleh memonopoli DPD dan DPD seharusnya tidak dikuasai oleh parpol.

Menanggapi itu, Andre Garu mengklarifikasi bahwa bergabungnya anggota DPD ke partai poltik bertujuan untuk memperkuat perjuangan untuk daerah.

“Banyak senator bergabung agar DPD lebih berperan untuk perjuangkan aspirasi daerah. Karena suka tidak suka tripartit itu harus dijalankan oleh partai-partai politik yang ada di senayan,” jelas Politisi Hanura tersebut.

Apalagi, jelas Andre, DPD itu berperan untuk chek and balance. Karena itu, Ia sangat menyayangkan pernyataan pengamat sekelas Refli Harun.

“Sangat disayangkan seorang pengamat sekelas Refli berkomentar seperti itu,” kata Adrianus

Padahal, menurut Andre, tujuan DPD murni untuk mengawal dan memperjuangkan kepentingan daerah.

“Justru DPD mau kawal agar aspirasi daerah terjawab untuk daerah pemilihan. Namun yang terjadi seperti kasus komisi V, dapil Semarang aspirasinya ke maluku dan dapil bali ke sumatera,” papar Andre.

Selain itu, ia menduga DPR takut kehilangan power di tengah sistem bicameral.

“Pertanyaanya mereka mewakili rakyat atau perpanjangan tangan hanya buat kepentingan partai,” tutur Andre.

Andre menuturkan, di bawah kepemimpinan Osman Sapta Odong (OSO), kepentingan daerah akan dikawal sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

“Komitmen Hanura di bawah naungan OSO betul-betul mau kawal daerah untuk kesejahteran rakyat bersamaan dengan nawacita presiden bangun dari daerah,” tutup anggota Komite IV DPD RI tersebut. (KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password