breaking news New

Pengguna Jasa Pasar Ruteng dan GMNI Temui Komisi B DPRD Manggarai

RUTENG, Kabarnusantara.net – Tolak kenaikan tarif retribusi pasar hingga 100%, puluhan warga pengguna jasa pasar Inpres Ruteng dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Manggarai menemui Komisi B DPRD Kabupaten Manggarai, Kamis, 30 Maret 2017, di ruang rapat Komisi B, DPRD Manggarai di Ruteng.

Pantauan Kabarnusantara.net – tampak sejak pukul 10:00 WITA, puluhan warga pengguna jasa pasar dan aktivis GMNI Manggarai sudah memadati teras depan gedung DPRD Manggarai. Tampak pula para pengguna jasa pasar tak sabar menyampaikan aspirasi mereka kepada wakil mereka di DPRD.

Sekitar, pukul 10:30, Wakil Ketua DPRD Manggarai, Paulus Peos bersama Ketua Komisi B DPRD Manggarai, Rafael Nanggur membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu.

Dalam RDP itu, pedagang ikan kering, Lukas Gewang menyampaikan keberatannya tentang kenaikan retribusi pasar yang dinilai memberatkan para pedagang di Pasar Inpres Ruteng.

Gewang mempertanyakan apa dasarnya sehingga pemerintah memutuskan kenaikan tarif retribusi pasar hingga 100%.

“Tolong sampaikan kepada pemerintah, apa dasar mereka menaikan tarif retribusi pasar hingga 100%. Apa pemerintah tahu kesulitan para pedagang,” ujarnya kecewa.

Salah seorang pedagang lainnya, Hendrikus Jebarus mengatakan salah seorang warga pengguna jasa pasar sebelumnya dikenakan tarif retribusi pasar sebesar 496.000 Rupiah per tiga bulan dan kini dikenakan tarif retribusi sebesar 945.000 Rupiah.

Ia menilai kenaikan yang sangat signifikan itu sangat memberatkan pedagang.

“Pemerintah kelihatannya hanya mengejar target Pendapatan Asli Daerah dan tanpa memperhatikan kemampuan pedagang. Kami pun tidak pernah didampingi atau pun diberdayakan. Tolong pak dewan, perhatikan kesulitan para pedagang kecil seperti kami ini,” ujarnya.

Karena itu, Jebarus mendesak DPRD Kabupaten Manggarai agar menggunakan fungsi pengawasannya untuk segera meninjau kembali kenaikan retribusi pajak daerah Kabupaten Manggarai yang naik hingga 100% itu.

Hal yang sama disampaikan Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar. Dikatakan Abar, GMNI menduga kenaikan retribusi pajak pasar tidak didasari oleh kajian yang menyeluruh dan komprehensif. Ia juga menilai, pemerintah menaikan tarif retribusi pasar semata-mata hanya untuk memenuhi capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada kesempatan itu, Abar juga mempertanyakan apakah pemerintah membangun pasar berbasis kajian analisis kebutuhan pengguna dan calon pengguna loss pasar.

Ia mencontohkan loss pasar bagi para pedagang beras sebelumnya cukup luas dan bisa menampung maksimal 3 Ton beras. Namun dengan dibangun baru, pasar beras hanya bisa menampung 1 Ton beras.

“Dengan kondisi ini, jelas pedagang beras merugi. Tapi di saat bersamaan, pemerintah menaikan retribusi pasar secara signifikan. Ini yang kami tolak,” ujarnya.

Menjawab tuntutan GMNI Manggarai dan Warga Pengguna Jasa Pasar, DPRD Manggarai melalui Ketua Komisi B, Rafael Nanggur mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga pengguna jasa pasar dan GMNI dengan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam Rapat Dengar Pendapat Lanjutan bersama semua pihak, baik warga pengguna jasa pasar maupun pemerintah.

“Kita akan agendakan Rapat Dengar Pendapat lanjutan pada tanggal 5 April 2017 mendatang. Semua pihak akan dihadirkan, baik pengguna jasa pasar maupun pemerintah,” pungkasnya.

Di dalam pernyataan sikap yang diterima Kabarnusantara.net, GMNI dan Warga Pengguna Jasa Pasar menulis tiga tuntutan, diantaranya mendesak DPRD Manggarai agar menggunakan fungsi kontrolnya untuk meninjau kembali keputusan pemerintah menaikan retribusi pasar hingga 100%. Pihaknya juga mendesak DPRD Manggarai untuk segera memanggil Badan Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai untuk meninjau kembali keputusan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mendesak DPRD agar mengawasi sejumlah loss pasar yang tidak dimanfaatkan.

Diakhir tuntutannya, GMNI dan Warga Pengguna Jasa Pasar Inpres Ruteng menulis, jika dalam waktu dekat tuntutannya tidak ditindaklanjuti, maka mereka akan mengadakan aksi mogok massal. (Safrudin Ruslan/Alfan/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password