breaking news New

Warga Pengguna Pasar dan GMNI Tolak Kenaikan Retribusi Pasar Hingga 100%

RUTENG, Kabarnusantara.net
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang menaikkan retribusi pasar hingga 100% menuai protes dari sejumlah pihak.

Adalah Hendrikus Jebarus, salah seorang pedagang ikan kering yang sudah 13 tahun memanfaatkan jasa Pasar Inpres Ruteng menyampaikan penolakkannya kepada Kabarnusantara.net di Ruteng, Kamis, 30/3/2017.

Terkait kenaikan retribusi pasar, Hendrik mengungkapkan kenaikan hingga 100% sangat meresahkan kami para pedagang kecil, sementara penghasilan kami dari hari ke hari tidak mengalami peningkatan berarti.

“Hari ini kami akan menemui DPRD Kabupaten Manggarai untuk menyampaikan aspirasi kami tentang penolakan kenaikan retribusi pasar secara sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Kekecewaan kami, ujar Hendrik, sudah disampaikan pihaknya secara lisan kepada pemerintah tetapi belum ditanggapi. Karena itu pihaknya berupaya menemui DPRD.

Ia mengatakan, pihaknya bersama GMNI Cabang Manggarai akan berdialog dengan pimpinan DPRD soal itu.

“Syukurlah adik-adik GMNI mau mendampingi kami menyampaikan aspirasi kami ke DPRD,” ujarnya lagi.

“Setelah mendapat kabar kenaikan retribusi pasar hingga 100%, para pedagang pasar menjadi resah. Salah seorang dari kami yang biasanya membayar retribusi hingga 460 ribu per tiga bulan, sekarang dinaikkan menjadi 945 ribu per tiga bulan. Ini sangat mencekik pak,” ujarnya dengan nada kecewa.

Seorang pedagang lainnya, Tarsi Dambur menyampaikan penolakannya atas kenaikan retribusi pasar yang dinilainya sangat memberatkan warga pengguna jasa pasar.

Ia pun menduga, kenaikan retribusi pasar hingga 100% itu dipengaruhi oleh sejumlah loss pasar yang tidak dimanfaatkan. Sehingga untuk menutupi kerugian daerah, Dinas terkait menaikkan retribusi secara sepihak tanpa proses sosialisasi.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Manggarai, Martinus Abar mengatakan sebagai pusat aktivitas ekonomi, pengelolaan pasar mesti dilakukan secara profesional sehingga membawa manfaat ekonomi bagi warga pengguna jasa pasar dan juga pemerintah.

“Ada ketimpangan yang kami lihat dalam pengelolaan dan pengembangan pasar Inpres Ruteng. Retribusi pasar dinaikkan 100% tetapi kualitas pelayanan pemerintah kepada warga pengguna jasa pasar, yah begitu-begitu saja,” ujarnya.

Ia juga menilai, pembangunan loss pasar mesti dilakukan berdasarkan kajian analisis kebutuhan.

“Jangan asal bangun saja. Jadinya, banyak loss yang tidak dimanfaatkan. Pedagang juga mesti dilibatkan mulai dari tahap perencanaan. Caranya ya, lakukan studi kebutuhan pengguna pasar. Kalau asal bangun, resikonya sepi peminat,” ujarnya.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang menaikkan retribusi pasar hingga 100%, GMNI Manggarai menilai kenaikan itu tidak wajar. Jika dinaikan secara bertahap, pedagang tidak akan keberatan. Tetapi pemerintah juga punya tanggung jawab mendampingi para pedagang pasar, agar mereka diberdayakan.

“Kami sudah kumpulkan sejumlah data dari para pedagang pasar. Yang mereka tolak itu kenaikan retribusi hingga 100%. Jika dinaikan hingga 25% saja, mereka tidak keberatan. Jika demikian, jangan lupa kenaikannya disosialisasikan,” imbuh Abar. (Alfan Manah/KbN).

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password